GD.ID, Jakarta— Aisyiyah mendorong masyarakat nelayan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana dan dampak perubahan iklim. Pada tgl 23 September 2026, dalam kegiatan mitigasi bencana dan perubahan iklim yang digelar bersama masyarakat nelayan Marunda.
Dihadiri Ibu Anita, Asisten Kesra Walikota Administrasi Jakut beserta jajaran sampai RW & RT dan Komunitas lainnya.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat pesisir mengenai berbagai risiko yang dapat mengancam keselamatan dan keberlangsungan mata pencaharian nelayan, seperti cuaca ekstrem, gelombang tinggi, banjir rob, abrasi, dan perubahan kondisi lingkungan pesisir.
Dalam sambutannya, Iwan Iryansyah Setiawan Pemerhati Nelayan dan Tani mengatakan, bahwa ketangguhan masyarakat nelayan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghadapi bencana, tetapi juga oleh kesiapan dalam mengenali risiko, melakukan pencegahan, membangun sistem peringatan dini, serta memperkuat solidaritas di tingkat keluarga dan komunitas.
“Menjadi nelayan tangguh bukan berarti tidak menghadapi bencana, tetapi mampu mengenali risiko, mempersiapkan diri, saling mengingatkan, dan bangkit ketika menghadapi keadaan darurat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Iwan yang juga Ketua Forum Organisasi Masyarakat dan Pemuda (OKP) JU juga turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
“Menjaga ekosistem laut dan pesisir dinilai menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sumber daya laut,”pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara masyarakat nelayan, pemerintah, organisasi masyarakat, relawan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim.
“Dengan pengetahuan, kesiapsiagaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat nelayan Marunda Cilincing Jakarta Utara diharapkan semakin siap menghadapi tantangan sekaligus mampu menjaga keberlanjutan kehidupan dengan ketahanan pangan dan penghidupan masyarakat pesisir,”tutup Iwan.












