Lurah Rorotan Tegaskan Tidak Ada Pengungsian di Boks Kontainer, Penanganan Banjir Kampung Sepatan Terkendali

GD. ID, JAKARTA — Pemerintah Kelurahan Rorotan bersama unsur terkait melakukan penanganan banjir di Kampung Sepatan, RT 18 RW 05, Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, yang terjadi pada Senin (12/1/2026).

Banjir tersebut sempat merendam permukiman warga dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter.
Lokasi terdampak berada cukup jauh dari fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum).

Dalam kondisi tersebut, warga berinisiatif memanfaatkan boks kontainer yang tersedia di sekitar lokasi sebagai tempat berteduh sementara guna menyelamatkan barang-barang rumah tangga dari genangan air.

Langkah inisiatif warga tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Lurah Rorotan bersama perangkat kelurahan dan unsur terkait. Petugas gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, serta relawan diterjunkan untuk memastikan keselamatan warga, melakukan pendataan, serta menyalurkan bantuan logistik.
Sebanyak lima unit boks kontainer digunakan warga sebagai tempat berteduh sementara.

Pada pukul 17.00 WIB, bantuan makan sore disalurkan. Selanjutnya, pada pukul 18.00 WIB, seluruh warga kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi permukiman dinyatakan sudah kering dan aman.
Lurah Rorotan, Ahmad Fitroh, menegaskan bahwa informasi mengenai pengungsian warga di boks kontainer tidak benar dan perlu diluruskan.

“Perlu kami tegaskan, tidak ada pengungsian warga. Boks kontainer tersebut hanya digunakan sementara karena lokasi ini jauh dari fasos dan fasum, serta sebagai langkah cepat warga untuk mengamankan barang-barang saat rumah tergenang. Setelah air surut dan kondisi rumah dinyatakan aman, seluruh warga kembali ke rumah masing-masing pada hari yang sama,” tegas Ahmad Fitroh. Saat di konfirmasi gentademokrasi. id, melalui sambungan Whatsapp (12/1/2026).

Ia menambahkan bahwa pemerintah kelurahan bertindak cepat sejak awal kejadian dan terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait agar penanganan banjir berjalan kondusif dan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Saat ini, kondisi Kampung Sepatan dilaporkan telah kering dan aktivitas warga kembali berjalan normal. Pemerintah kelurahan tetap melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan curah hujan dalam beberapa hari ke depan. (ANW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *