GD. ID, JAKARTA — Pasca banjir yang merendam Jalan Raya Plumpang–Semper, wilayah Koja, Jakarta Utara, kondisi jalan kini justru meninggalkan persoalan baru yang tak kalah berbahaya.
Air memang telah surut, namun lubang-lubang besar muncul di sejumlah titik badan jalan akibat aspal yang tergerus banjir.
Pantauan di lokasi menunjukkan, kerusakan jalan cukup parah dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas di jalur padat tersebut.
Lubang jalan yang tergenang sisa air hujan sulit terlihat, terutama pada malam hari, sehingga menjadi jebakan berbahaya bagi pengguna jalan.
“Airnya sudah surut, tapi sekarang jalannya rusak parah. Banyak lubang, kelihatan kecil tapi dalam. Ini sangat bahaya, apalagi buat motor,” ujar Riki, salah satu pengguna jalan yang melintas setiap hari di kawasan tersebut. (13/1/2026).
Menurut Riki, hingga kini belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan maupun rambu peringatan dari pihak terkait. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya respons pemerintah dalam menangani dampak pasca-banjir, padahal ruas jalan tersebut merupakan jalur vital penghubung aktivitas warga.
Warga dan pengguna jalan mendesak Dinas Bina Marga serta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara agar segera turun tangan melakukan perbaikan darurat.
Jika dibiarkan berlarut-larut, lubang jalan tersebut bukan hanya akan memperparah kerusakan, tetapi juga berpotensi menelan korban jiwa.
Pasca banjir seharusnya tidak hanya diakhiri dengan surutnya air, namun juga diikuti langkah cepat memperbaiki infrastruktur yang rusak.
Tanpa tindakan nyata, jalan raya bisa berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga. (ANW)












