GD. ID, JAKARTA– Kisruh rekrutmen Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di tingkat kecamatan dan kelurahan kembali menuai sorotan tajam. Lemahnya pengawasan dinilai menjadi akar persoalan, sekaligus mencerminkan buruknya tata kelola yang dilakukan instansi terkait.
Wakil Ketua Komite Masyarakat Jakarta Utara, Munawar, menegaskan bahwa Kesbang DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Mat Sani serta Kasuban Kesbangpol Jakarta Utara, Kohar, tidak dapat lepas tangan atas kekacauan proses pemilihan FKDM yang terjadi di lapangan.
“Gagalnya pengawasan rekrutmen FKDM adalah cermin lemahnya tata kelola. Kesbang DKI dan Kasuban Jakarta Utara tidak bisa bersembunyi di balik alasan administratif ketika proses di kecamatan dan kelurahan justru amburadul,” tegas Munawar, Selasa (14/1/2026). Melalui pesan tertulisnya.
Menurutnya, pembiaran terhadap proses yang cacat sejak awal merupakan bentuk kegagalan serius negara dalam menjaga marwah FKDM sebagai wadah strategis kewaspadaan sosial masyarakat.
“Pembiaran adalah bentuk kegagalan. Kesbang DKI dan Kasuban Jakarta Utara gagal mengawasi rekrutmen FKDM, dan kekacauan pemilihan di kecamatan serta kelurahan harus dijawab dengan tanggung jawab, bukan dalih,” lanjutnya.
Munawar juga menyoroti tersingkirnya para pegiat FKDM lama yang selama ini telah berjuang, berdedikasi, dan mengabdi dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat. Menurutnya, mereka justru kalah oleh kepentingan sesaat yang sarat muatan politis dan kepentingan kelompok tertentu.
“Peran serta kawan-kawan yang selama ini berjuang sebagai FKDM justru dikorbankan. Dedikasi dan pengabdian mereka dikalahkan oleh kepentingan instan yang merusak esensi FKDM itu sendiri,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika kondisi ini
dibiarkan, maka FKDM hanya akan menjadi alat formalitas tanpa ruh kewaspadaan, sekaligus berpotensi memperlemah ketahanan sosial di tingkat akar rumput.
Munawar mendesak agar Kesbang DKI dan Kesbangpol Jakarta Utara segera melakukan evaluasi total, membuka proses rekrutmen secara transparan, serta bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi, demi memulihkan kepercayaan publik dan menjaga kredibilitas FKDM sebagai garda terdepan deteksi dini konflik sosial. (ANW)












