Gerakan Utara Bersatu Kutuk Keras Kekerasan terhadap Aktivis KontraS, Desak Polisi Usut Hingga Aktor Intelektual

GD. ID, JAKARTA – Tindakan kekerasan terhadap aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menuai kecaman keras dari berbagai elemen masyarakat sipil.

Salah satunya datang dari organisasi masyarakat Gerakan Utara Bersatu yang menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap demokrasi dan kebebasan bersuara di Indonesia.

Koordinator Gerakan Utara Bersatu, Juharto, SH, menyatakan bahwa pihaknya mengutuk keras segala bentuk kekerasan terhadap aktivis yang selama ini memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan.

Menurutnya, tindakan intimidasi maupun kekerasan terhadap aktivis tidak boleh dibiarkan karena dapat menciptakan ketakutan di tengah masyarakat sipil yang sedang memperjuangkan kebenaran.

“Kami dari Gerakan Utara Bersatu mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap aktivis KontraS. Ini adalah bentuk teror terhadap perjuangan masyarakat sipil. Aparat penegak hukum harus serius mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya, termasuk mengungkap siapa dalang di balik peristiwa tersebut,” tegas Juharto dalam pernyataannya.(14/3/2026)

Ia juga mendesak pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk bekerja secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus tersebut. Menurutnya, jika kasus kekerasan terhadap aktivis tidak diusut secara tuntas, maka hal itu dapat menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum dan perlindungan terhadap pejuang HAM di Indonesia.

Gerakan Utara Bersatu menilai bahwa aktivis memiliki peran penting dalam mengawal demokrasi, mengkritisi kebijakan, serta menyuarakan kepentingan masyarakat yang kerap terpinggirkan.

“Negara tidak boleh kalah oleh praktik-praktik kekerasan yang membungkam suara kritis. Jika pelaku tidak diungkap, maka publik akan mempertanyakan komitmen negara dalam melindungi kebebasan berpendapat,” lanjutnya.

Sebagai bentuk solidaritas, Gerakan Utara Bersatu juga menyatakan siap mengawal proses hukum kasus tersebut hingga tuntas serta mengajak masyarakat sipil untuk tetap bersatu menjaga ruang demokrasi agar tidak dibungkam oleh tindakan kekerasan.

Kasus kekerasan terhadap aktivis ini kembali menjadi sorotan publik dan memunculkan kekhawatiran akan keselamatan para pejuang hak asasi manusia di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk memastikan keadilan benar-benar ditegakkan. (ANW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *