BEM FMIPA UNNES Perjuangkan Penguatan Desa Konservasi Peron, Anggota Komisi IV DPR RI Siap Dukung Tindak Lanjut Program PPK-ORMAWA

GD.ID, Jakarta-Upaya memperkuat pembangunan desa berbasis konservasi kembali mendapat perhatian di tingkat nasional. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan audiensi dengan Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Subagyo, S.E., M.H., pada Selasa (28/07/2026) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas penguatan Desa Konservasi di Desa Peron, Kabupaten Kendal, sebagai bagian dari keberlanjutan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK-ORMAWA).

Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dengan membahas berbagai strategi pengembangan Desa Peron melalui pendekatan konservasi, mitigasi, dan adaptasi bencana. Gagasan yang dipaparkan BEM FMIPA UNNES diarahkan untuk memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Ketua BEM FMIPA UNNES, Ronaldo Situmorang, menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan langkah nyata mahasiswa untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Firman Subagyo, S.E., M.H. atas kesediaannya menerima audiensi serta mendengarkan aspirasi yang kami sampaikan. Kesempatan berdialog langsung di Senayan menjadi momentum penting untuk membahas keberlanjutan Desa Peron melalui mitigasi dan adaptasi bencana berbasis konservasi, sehingga potensi pertanian masyarakat dapat terus berkembang dan tidak terhambat oleh ancaman bencana,” ujar Ronaldo.

Dalam kesempatan tersebut, BEM FMIPA UNNES juga menyerahkan proposal program sebagai bentuk komitmen untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan Desa Peron sebagai desa konservasi yang tangguh dan berkelanjutan.

Menanggapi paparan tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Subagyo, S.E., M.H., menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang dibangun oleh mahasiswa. Menurutnya, program yang diusung tidak hanya mencerminkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga memperlihatkan semangat pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan ilmiah.

“Kami mengapresiasi program dan usulan yang disampaikan mahasiswa FMIPA UNNES melalui PPK-ORMAWA. Gagasan yang mereka bawa mencerminkan semangat konservasi dan pembangunan desa yang tangguh. Proposal yang telah kami terima akan kami koordinasikan dengan dinas dan instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti sebagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” tutur Firman.

Audiensi ini menjadi pijakan awal dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. BEM FMIPA UNNES berharap kolaborasi yang terbangun dapat mempercepat implementasi program PPK-ORMAWA sekaligus menjadikan Desa Peron sebagai model desa konservasi yang adaptif terhadap bencana, berdaya saing, dan berkelanjutan.

(Hidayat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *