Daerah  

Sebelum Tanah Tak Lagi Bersahabat, Desa Peron Menyatukan Langkah Hadapi Longsor

GD.ID, Jawa Tengah-Ancaman longsor tidak hanya membutuhkan kewaspadaan, tetapi juga tindakan nyata. Kesadaran tersebut mendorong masyarakat Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah bersama pemerintah desa, tim pelaksana PPK-ORMAWA BEM FMIPA, dan organisasi mahasiswa BEM FMIPA untuk bergotong royong membuat irigasi berbahan bambu sebagai salah satu langkah antisipasi terhadap potensi bencana.

Kegiatan berlangsung dengan mengedepankan keterlibatan masyarakat. Sejak tahap awal, warga bersama tim pelaksana mulai mencari dan mengambil bambu yang nantinya digunakan dalam pembuatan irigasi. Material yang terkumpul kemudian dipotong dan dipersiapkan sebelum dipasang di lokasi.

Ketua BEM FMIPA, Ronaldo Situmorang, menilai respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat positif. Ia mengatakan bahwa warga memberikan dukungan sejak proses persiapan hingga pelaksanaan.

“Kegiatan ini sangat baik dan sangat disupport oleh warga. Kami memulai dengan pengambilan bambu yang cukup banyak dalam pembuatan irigasi ini dan partisipasi masyarakat cukup banyak,” ujar Ronaldo.

Untuk mengatur proses kerja, masyarakat dibagi dalam dua waktu pelaksanaan, yaitu dari pagi sampai siang dan dilanjutkan dari siang sampai sore. Sebanyak 56 warga tercatat terlibat dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, keterlibatan mahasiswa diperkuat dengan pengerahan sekitar 7 organisasi mahasiswa BEM FMIPA. Mereka turut membantu berbagai kebutuhan di lapangan, mulai dari persiapan material hingga pekerjaan dalam proses pembangunan irigasi.

Bagi tim pelaksana, keterlibatan masyarakat menjadi bagian yang paling mendapat apresiasi. Ketua Pelaksana mengatakan bahwa warga tidak ragu mengambil pekerjaan yang membutuhkan tenaga secara langsung.

“Dari tim pelaksana sangat bangga dengan antusias warga dalam pelaksanaan. Ada yang mencari bambu, ada yang penanaman menggunakan ekskator bambu, ada yang memotong bambu dan lain-lain. Kami sangat senang dengan antusias warga ini,” ungkap Ketua Pelaksana.

Pekerjaan dilakukan dengan pembagian peran yang fleksibel. Sebagian warga mencari bambu, sebagian memotong dan menyiapkannya, sementara yang lain membantu proses pemasangan. Aktivitas tersebut menciptakan suasana gotong royong yang menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan.

Kepala Desa Peron juga menyampaikan dukungan pemerintah desa terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pemerintah desa akan terus berupaya mendukung aktivitas yang memberikan manfaat bagi keberlangsungan masyarakat.

“Kami sebagai pemerintah desa mendukung segala aktivitas untuk desa, Mas. Selagi kami bisa mengerahkan warga untuk membantu adik-adik PPKO, akan kami lakukan terus demi keberlangsungan masyarakat Desa Peron,” ujar Kepala Desa.

Keterlibatan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam membangun sinergi dengan masyarakat dan mahasiswa. Dukungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dan potensi bencana merupakan tanggung jawab bersama.

Pembuatan irigasi bambu di Desa Peron menjadi salah satu bentuk mitigasi yang lahir dari kesadaran masyarakat. Bukan sekadar membangun saluran, tetapi juga membangun kesiapan menghadapi kemungkinan yang lebih besar.

Dengan 56 warga dan 7 ormawa yang terlibat bersama tim pelaksana dan pemerintah desa, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan terbesar dalam menghadapi ancaman bencana berada pada kemauan untuk bekerja bersama.

Di tengah ancaman longsor, Desa Peron memilih untuk menyatukan langkah. Sebab ketika alam mulai memberi tanda, kesiapsiagaan tidak boleh datang belakangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *