GD.ID, Jakarta— Satu babak perjalanan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Jakarta Utara berakhir, babak berikutnya dimulai.
Musyawarah Cabang (Muscab) VI SEMMI Jakarta Utara yang berlangsung di PMI Jakarta Utara, 18 September 2026, menetapkan Andri Gunawan sebagai Ketua SEMMI Jakarta Utara periode 2026–2027 melalui mekanisme aklamasi.
Pergantian kepemimpinan tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi. Muscab VI menjadi momentum untuk membaca kembali perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah gerakan SEMMI Jakarta Utara dalam satu periode mendatang.
Bagi Andri, mandat tersebut datang bersama tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus membuka ruang bagi gagasan-gagasan baru dari para kader.
«“Amanah ini bukan tentang jabatan, tetapi tentang tanggung jawab dan perjuangan. Saya mengajak seluruh kader SEMMI Jakarta Utara untuk bersama-sama membangun organisasi yang solid, progresif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Andri Gunawan.»
Setelah Muscab, Tidak Ada Lagi Sekat
Salah satu pesan yang ditekankan Andri adalah pentingnya mengakhiri seluruh dinamika internal setelah Muscab selesai.
Menurutnya, perbedaan dalam forum merupakan bagian dari proses organisasi. Namun setelah keputusan ditetapkan, seluruh kader memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga soliditas.
«“Setelah Muscab VI ini selesai, tidak ada lagi perbedaan pilihan. Kita semua adalah bagian dari SEMMI Jakarta Utara. Mari kita satukan gagasan, satukan langkah, dan bersama-sama membesarkan organisasi,” tegasnya.»
Pesan konsolidasi tersebut menjadi penting karena organisasi mahasiswa tidak hanya membutuhkan struktur kepengurusan, tetapi juga kekuatan kader yang mampu bergerak secara kolektif.
Menggeser Orientasi: Dari Internal ke Masyarakat
Kepengurusan baru SEMMI Jakarta Utara diproyeksikan memperkuat sejumlah sektor, mulai dari kaderisasi, peningkatan kapasitas intelektual, pengabdian masyarakat, advokasi, hingga kolaborasi lintas lembaga.
Orientasi tersebut membawa SEMMI Jakarta Utara pada tantangan yang lebih luas.
Persoalan masyarakat Jakarta Utara yang beragam membutuhkan keterlibatan generasi muda yang tidak hanya mampu berbicara, tetapi juga memahami persoalan dan menawarkan gagasan.
Karena itu, ruang gerak organisasi ke depan tidak hanya berada di lingkungan kampus atau forum internal kader. Interaksi dengan masyarakat, pemerintah, akademisi, organisasi kepemudaan, lembaga sosial, hingga aparat penegak hukum menjadi bagian dari ruang kolaborasi yang dapat diperkuat.
Kepemimpinan Baru, Ekspektasi Baru
Penetapan Andri Gunawan secara aklamasi menyelesaikan proses regenerasi. Tetapi setelah struktur kepemimpinan terbentuk, perhatian akan tertuju pada kerja organisasi.
Seberapa kuat kaderisasi dibangun?
Seberapa tajam gagasan yang dilahirkan?
Dan seberapa jauh program organisasi mampu bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan SEMMI Jakarta Utara periode 2026–2027.
Muscab VI akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang duduk sebagai ketua. Lebih jauh, forum tersebut menjadi titik awal untuk menentukan ke mana organisasi akan bergerak dan apa yang ingin ditinggalkan selama satu periode kepemimpinan.
Andri Gunawan kini menerima amanah tersebut.
Babak baru telah dibuka. Konsolidasi menjadi langkah pertama, kerja nyata menjadi pembuktian berikutnya.
SEMMI JAKARTA UTARA
Bersatu dalam Gagasan, Bergerak dalam Perjuangan, Berkhidmat untuk Umat dan Bangsa.
