GD. ID, JAKARTA — Banjir kembali melanda kawasan RW 04, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Sebanyak 248 Kepala Keluarga (KK) atau 733 jiwa terdampak dan terpaksa mengungsi ke Rusunawa Embrio RW 04, Senin malam (12/1/2025) sekitar pukul 21.20 WIB.
Ketua RW 04 Semper Barat, Djumadi, yang akrab disapa Uje, mengatakan bantuan bagi para pengungsi terus mengalir dari berbagai pihak, mulai dari Dinas Sosial, Polda Metro Jaya, Pangdam, Kapolres Jakarta Utara, hingga Dandim Jakarta Utara.
“Alhamdulillah bantuan sudah banyak yang datang dan didistribusikan ke warga. Tapi karena jumlah pengungsi cukup besar, bantuan tidak bisa satu paket per orang. Kita bagi dan pecah agar semua warga bisa kebagian secara merata,” ujar Uje.
Uje menjelaskan, pola pengungsian warga biasanya terjadi pada malam hari. Pada siang hari, sebagian warga masih bertahan di rumah untuk membersihkan lumpur dan barang-barang yang terdampak banjir.
“Biasanya yang diungsikan dulu anak dan istri. Bapaknya masih bersih-bersih rumah. Setelah sore atau malam, baru ikut mengungsi,” jelasnya.
Terkait kondisi terkini, Uje menyebutkan air memang sudah mulai surut, namun belum signifikan.
“Air sudah surut sekitar 5 sampai 7 sentimeter. Tapi itu belum cukup untuk warga kembali ke rumah,” katanya.
Ia juga menyampaikan harapan besar agar hujan tidak kembali turun pada malam hari.
“Kami semua berdoa mudah-mudahan malam ini tidak hujan lagi, supaya warga bisa segera kembali ke rumah masing-masing,” ucapnya.
Adapun kebutuhan mendesak warga saat ini adalah selimut, terutama bagi lansia dan balita.
“Informasinya selimut malam ini akan datang. Itu sangat dibutuhkan karena banyak lansia dan anak kecil di pengungsian,” tambah Uje.
Dalam kesempatan itu, Uje juga mengapresiasi kehadiran Lurah Semper Barat, Riswinanto, yang akrab disapa Alex, yang sejak pagi hingga malam terus berada di lokasi pengungsian.
“Lurah kami ini sangat enerjik, dari pagi sampai malam terus mendampingi warga. Saya doakan beliau selalu diberikan kesehatan dan kehadirannya benar-benar bermanfaat bagi warga Semper Barat,” ungkapnya.
Namun demikian, Uje menegaskan adanya persoalan serius yang harus segera ditangani oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Kami mohon Pemprov DKI segera membenahi drainase di Semper Barat. Ini salah satu penyebab utama banjir. Waduk memang sudah dibangun, tapi belum maksimal mengurangi dampak banjir,” tegasnya.
Ia juga membandingkan banjir kali ini dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Banjir 2023 tidak separah ini. Yang paling parah memang banjir 2007. Tapi banjir sekarang ini jelas lebih parah dari 2023,” katanya.
Sementara itu, Suhadi, Ketua LMK Semper Barat, menambahkan bahwa kebutuhan pengungsi saat ini meliputi selimut, makanan cepat saji, serta kebutuhan sandang dan pangan.
“Alhamdulillah bantuan sudah mengalir dan sudah dirasakan oleh para pengungsi. Lurah juga masih stand by di lokasi,” ujar Suhadi.
Ia juga mengingatkan warga untuk lebih waspada, khususnya terkait aliran listrik, mengingat sebelumnya sudah ada korban.
“Kami imbau warga untuk sangat memperhatikan instalasi listrik. Ini penting karena tadi siang sudah ada korban,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Lurah Semper Barat Riswinanto (Alex) beserta jajaran masih terus memonitor kondisi pengungsi di Rusunawa Embrio RW 04, memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan situasi tetap terkendali apabila hujan kembali turun.












