GD.ID, Kepulauan Seribu– Kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan Polres Kepulauan Seribu melalui program Poliran (Polisi Peduli Pengangguran). Kali ini, Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si., turun langsung mengunjungi Rumah Peternakan Magot dan Bank Sampah Sakura di Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kamis (5/11/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung kegiatan masyarakat dalam mengelola sampah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Dalam kunjungan pertama di Rumah Magot yang berlokasi di RT 003/RW 003, Kapolres bersama rombongan mendapatkan penjelasan dari petugas mengenai proses budidaya magot, mulai dari pengolahan pakan hingga pemeliharaan magot.
Kapolres juga meninjau langsung tempat budidaya serta proses pembuatan pakan magot. Magot memiliki manfaat dalam membantu mengurai sampah organik, seperti sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan. Bahkan, sisa media budidaya magot atau kasgot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.
Selanjutnya, Kapolres beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Bank Sampah Sakura yang masih berada di wilayah RT 003/RW 003 Pulau Untung Jawa.
Di lokasi tersebut, petugas pengelola memperlihatkan berbagai hasil kreativitas masyarakat dalam mengolah sampah menjadi barang yang memiliki nilai guna, seperti gelas, tas, keranjang, dan berbagai produk kerajinan lainnya.
Kapolres juga melihat langsung penggunaan mesin pencacah sampah yang digunakan untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan baku yang dapat dimanfaatkan kembali.
Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan bahwa program Poliran merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, potensi yang dimiliki masyarakat perlu terus didukung agar dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata.
“Melalui program Poliran ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, melihat langsung potensi yang ada, sekaligus mendorong kegiatan-kegiatan positif yang dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi warga. Kami melihat pengelolaan magot dan bank sampah ini memiliki manfaat yang besar, bukan hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga berpotensi membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Kapolres.
Ia juga mengapresiasi kreativitas dan partisipasi masyarakat Pulau Untung Jawa dalam mengelola sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik, lingkungan menjadi lebih bersih dan masyarakat juga dapat memperoleh manfaat tambahan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Rumah Magot sendiri berada dalam pembinaan Lingkungan Hidup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Sementara itu, keberadaan Bank Sampah Sakura menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mengurangi sampah sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi.
Kegiatan kunjungan tersebut diikuti Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasat Polairud, Kapolsek Kepulauan Seribu Selatan, Bhabinkamtibmas Pulau Untung Jawa, anggota Polsek Kepulauan Seribu Selatan, serta petugas pengelola Rumah Magot dan Bank Sampah Sakura.
Melalui program Poliran, Polres Kepulauan Seribu berharap pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata, baik bagi kelestarian lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat Pulau Untung Jawa.
