GD.ID, Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung resmi melantik 3.418 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi (Pegawai Negeri Sipil (PNS) Provinsi DKI Jakarta di Halaman Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/11/2026). Pengangkatan 3.418 CPNS menjadi PNS ini termasuk 15 formasi khusus penyandang disabilitas diharapkan dapat memperkuat birokrasi yang inklusif dan berkualitas dalam mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global.
Dikesempatan itu, Gubernur Pramono mengucapkan selamat kepada para PNS yang baru diangkat. Ia mengingatkan, pengangkatan ini bukan sekadar pencapaian, melainkan juga bentuk kepercayaan dan tanggung jawab yang harus dijaga dalam perjalanan pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Momentum ini adalah pencapaian sekaligus bentuk kepercayaan dan tanggung jawab yang harus dijaga dalam perjalanan pengabdian Anda semuanya sebagai Aparatur Sipil Negara,” kata Gubernur Pramono.
Para CPNS tersebut telah menyelesaikan masa percobaan dan mengikuti Latsar untuk memperkuat kompetensi serta pemahaman nilai-nilai dasar aparatur sipil negara (ASN). Dari 3.418 PNS yang diangkat, sebanyak 15 orang berasal dari formasi khusus penyandang disabilitas.
“Ini mencerminkan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam membangun birokrasi yang inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi setiap warga negara untuk berkontribusi dalam pembangunan,” ujarnya.
Gubernur Pramono menegaskan, peningkatan kualitas ASN menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global, terutama menjelang usia 500 tahun Jakarta pada 2027.
Pada 2026, Jakarta menempati peringkat ke-140 dari 1.000 kota dunia dalam Oxford Economics Global Cities Index, meningkat dari posisi ke-159 pada tahun sebelumnya. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta pada 2025 mencapai 85,05, tertinggi di Indonesia.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta meraih nilai 95,06 dalam penilaian akreditasi kompetensi ASN yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI melalui Pusat Penilaian Kompetensi Pegawai (PPKP) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta.
Berbagai capaian tersebut, lanjut Gubernur Pramono, perlu diiringi dengan penguatan kompetensi, integritas, dan akuntabilitas seluruh ASN, khususnya dalam memberikan pelayanan publik.
“Jangan pernah melanggar kode etik. Jalin koordinasi yang baik, jaga soliditas, serta bekerjalah secara inovatif, responsif, dan berorientasi hasil agar setiap program pemerintah dapat terlaksana secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga berpesan agar para ASN dapat mengembangkan karier dengan baik dan terus meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, profesionalisme perlu berjalan beriringan dengan kebahagiaan dalam bekerja.
“Secara khusus, dalam kesempatan ini saya berharap Saudara-saudara sekalian dapat berkarier dengan baik, mencapai karier tertinggi. Yang paling penting adalah bekerjalah dengan rasa bahagia,” ungkapnya.
Kepada para pimpinan perangkat daerah, ia meminta agar memberikan arahan, pendampingan, dan ruang pengembangan bagi para PNS yang baru diangkat. Lingkungan kerja yang produktif dan profesional diharapkan dapat mendorong mereka mengembangkan potensi serta memberikan kontribusi terbaik bagi instansi, bangsa, dan negara.
Gubernur Pramono berharap para PNS yang baru diangkat dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang maju, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.
