GD.ID, Jakarta-PT Pertamina Bina Medika (IHC) selaku Holding Rumah Sakit BUMN resmi membangun kemitraan strategis dengan lima rumah sakit rujukan nasional di bawah Kementerian Kesehatan RI untuk mengembangkan Center of Excellence (CoE) layanan kesehatan nasional.
Sinergi antarlembaga ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkokoh ketahanan kesehatan nasional melalui sistem pelayanan yang menyeluruh, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Selasa (27/1) sebagai bentuk dukungan terhadap Transformasi Sistem Kesehatan Nasional, terutama pada penguatan layanan rujukan dan peningkatan mutu layanan spesialistik.
Langkah ini selaras dengan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan RI 2025–2029 yang menekankan penguatan sistem layanan, optimalisasi sumber daya kesehatan, serta peningkatan kemandirian layanan di dalam negeri.
Dalam pengembangan Center of Excellence, IHC bersama Rumah Sakit Kemenkes membangun jejaring layanan berbasis keunggulan spesialistik, mulai dari optimalisasi tenaga kesehatan yang kompeten, penerapan diagnosis dan terapi terpadu, hingga layanan rehabilitasi pasien.
Pendekatan terintegrasi ini dirancang untuk menjamin kesinambungan perawatan sekaligus mendorong capaian hasil klinis yang optimal, sehingga kapasitas layanan kesehatan nasional semakin kuat secara menyeluruh.
Lima Rumah Sakit Kemenkes yang terlibat dalam kerja sama ini antara lain RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk layanan jantung dan pembuluh darah, RS Kanker Dharmais untuk onkologi, RS Pusat Otak Nasional untuk layanan otak dan saraf, RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk digestif, serta RSUP Fatmawati untuk ortopedi.
Kelima layanan spesialistik tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan nasional.
Direktur Utama IHC, dr. Lukman Ma’ruf, menyampaikan bahwa pengembangan Center of Excellence merupakan bagian dari strategi jangka panjang IHC dalam mendukung agenda ketahanan kesehatan nasional.
“IHC memfokuskan pengembangan Center of Excellence pada lima layanan utama yang kami sebut sebagai CONGO—Cardiology, Oncology, Neurology, Gastroenterology, dan Orthopedy.”
“Melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Kemenkes, kami membangun sistem pelayanan yang komprehensif dan terintegrasi, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas tinggi secara berkelanjutan di dalam negeri,” ujar dr. Lukman.
Plt. Direktur Medis IHC, dr. Harmeni Wijaya, menambahkan bahwa penguatan serta pemerataan sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam pengembangan Center of Excellence.
“Pengembangan Center of Excellence tidak hanya berfokus pada layanan, tetapi juga pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan, clinical fellowship, dan pertukaran keilmuan antar rumah sakit. Dengan demikian, kualitas layanan dapat terus terjaga dan berkembang,” jelas dr. Harmeni.
Ke depan, jejaring Center of Excellence ini diharapkan mampu memperluas pemerataan akses layanan spesialistik, meningkatkan efektivitas sistem rujukan, serta menopang kemandirian layanan kesehatan nasional.
Kolaborasi lintas kementerian dan BUMN ini menjadi langkah nyata dalam membangun sistem kesehatan Indonesia yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada hasil.












