GD.ID, Jakarta-Konsumsi listrik nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
PT PLN (Persero) mencatat penjualan listrik mencapai 317,69 terawatt hour (TWh), tumbuh 3,75% secara year on year (YoY) dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 306,22 TWh.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa peningkatan konsumsi listrik nasional tidak terlepas dari dukungan Pemerintah serta sinergi lintas lembaga dalam memperkuat ketahanan sektor ketenagalistrikan di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.
“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah dalam memperkuat ekosistem ketenagalistrikan nasional.
“Kebijakan yang berkelanjutan menjadi fondasi penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Darmawan.
Ia menambahkan, transformasi yang dijalankan PLN sejak 2020 turut memperkuat kesiapan perusahaan dalam merespons pertumbuhan permintaan listrik secara berkelanjutan.
Transformasi tersebut tidak hanya menyederhanakan proses bisnis, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelanggan.
“Transformasi yang kami jalankan membuat PLN semakin responsif terhadap dinamika global sekaligus mampu menghadirkan layanan listrik yang lebih andal dan berkualitas bagi masyarakat,” tutur Darmawan.
Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menjelaskan bahwa pertumbuhan konsumsi listrik pada 2025 didorong oleh meningkatnya kebutuhan listrik di berbagai sektor seiring menguatnya aktivitas industri, bisnis, dan masyarakat.
“Pertumbuhan konsumsi listrik sepanjang 2025 ditopang segmen rumah tangga, industri, dan bisnis yang menjadi kontributor terbesar.
“Hal ini menunjukkan bahwa listrik semakin berperan sebagai enabler utama aktivitas ekonomi dan produktivitas nasional,” jelas Adi.
PLN mencatat sektor rumah tangga menjadi kontributor terbesar konsumsi listrik nasional dengan capaian 133,41 TWh pada 2025.
Angka ini tumbuh 3,2% YoY atau 4,09 TWh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, serta menyumbang sekitar 41,99% dari total penjualan listrik nasional.
Di sisi lain, konsumsi listrik sektor industri mencapai 93,35 TWh, tumbuh 2,5% secara tahunan atau setara 2,31 TWh.
Pertumbuhan ini didorong oleh aktivitas industri makanan dan minuman, besi, baja dan logam, serta barang galian bukan logam.
Adapun konsumsi listrik di sektor bisnis tercatat sebesar 60,74 TWh.
Angka tersebut meningkat 3,11 TWh atau 5,4% secara YoY, didorong oleh pertumbuhan permintaan listrik di sektor data center, mall atau shopping center, perdagangan non-otomotif, serta pergudangan dan logistik.
Adi menambahkan, peningkatan konsumsi listrik nasional juga diiringi dengan penambahan 3,29 juta pelanggan baru.
Hingga Desember 2025, total pelanggan PLN mencapai 96,2 juta, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan PLN.
“Pertumbuhan jumlah pelanggan dan konsumsi listrik di berbagai sektor mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin masif.
“Ke depan, PLN berkomitmen terus mengoptimalkan infrastruktur dan layanan kelistrikan untuk menjawab kebutuhan energi yang semakin berkembang,” tutup Adi
