Koordinator Aksi Sampaikan Permintaan Maaf sebagai Tanggung Jawab Moral, Aksi Tolak TPS 3R Dibatalkan


GD. ID, Jakarta— Rencana aksi protes warga terkait keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di wilayah Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, resmi dibatalkan. Pembatalan dilakukan setelah Wali Kota Jakarta Utara menerima dan mengakomodir seluruh tuntutan warga dalam pertemuan yang digelar hari ini.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gamz, Koordinator Aksi dari Solidaritas Masyarakat Jakarta Utara (SMJU), usai menghadiri pemanggilan oleh Wali Kota Jakarta Utara bersama perwakilan warga terdampak.

Pada prinsipnya, hari ini kami dipanggil oleh Pak Wali Kota untuk dimintai penjelasan terkait apa saja tuntutan warga atas permasalahan TPS 3R di Rawa Badak Utara. Setelah semua tuntutan kami sampaikan, ternyata Pak Wali Kota menerima dan mengakomodir seluruh tuntutan tersebut,” ujar Gamz kepada wartawan. Di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, (21/1/2026).

Gamz menjelaskan, terdapat tiga tuntutan utama yang sedianya akan diajukan dalam aksi warga.
Pertama, penutupan TPS 3R Rawa Badak Utara atau perbaikan total tata kelola TPS 3R agar tidak lagi merugikan warga sekitar.

Kedua, pemberian kompensasi kepada warga terdampak, mengingat aktivitas TPS 3R selama ini dinilai telah menimbulkan kerugian serius bagi masyarakat.

Ketiga, dilakukannya audit terhadap pembangunan TPS 3R, yang menurut warga perlu ditelusuri secara transparan.

“Terkait audit, tuntutan itu juga diakomodir dan akan diteruskan ke Badan Pemeriksa Keuangan Daerah (BPKD), karena memang ada keluhan masyarakat terkait pembangunan TPS 3R yang diduga memiliki indikasi permasalahan,” tegasnya.

Dengan telah diakomodirnya seluruh tuntutan tersebut, Gamz menyatakan bahwa dirinya bersama warga sepakat untuk membatalkan aksi yang sebelumnya telah direncanakan.
Namun demikian, ia mengaku pembatalan ini diambil dengan berat hati, mengingat besarnya dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

“Saya secara pribadi dan atas nama SMJU meminta maaf kepada rekan-rekan yang sudah sangat bersemangat mendukung aksi ini. Dukungan teman-teman luar biasa besar, tetapi karena tuntutan warga sudah diterima dan disepakati bersama pihak Wali Kota, maka dengan terpaksa aksi kami batalkan,” ungkapnya.

Gamz juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada media, khususnya GentaDemokrasi.id, yang selama ini telah membantu mengawal dan memberitakan rencana aksi serta aspirasi warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada GentaDemokrasi.id dan seluruh rekan media yang telah membantu menyuarakan persoalan ini. Kami juga mohon maaf apabila aksi ini akhirnya tidak jadi dilaksanakan karena sudah ada kesepakatan dengan pihak Wali Kota,” katanya.

Menutup pernyataannya, Gamz menegaskan bahwa SMJU dan warga akan tetap mengawal realisasi janji dan kesepakatan yang telah disampaikan oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara.

“Kami membatalkan aksi dengan kesadaran penuh. Tapi kami juga akan tetap mengawasi dan memastikan seluruh komitmen yang sudah disepakati benar-benar dijalankan,” pungkasnya. (ANW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *