GD.ID, Jakarta-Spanyol mencatat sejarah setelah melewati pertarungan yang panjang. La Viola Roja juara Piala Dunia 2026 setelah menang 1-0 atas Argentina dalam laga final yang bergulir pada Minggu (19/7/2026) atau Senin dini hari WIB. Gol Spanyol dalam pertandingan ini diciptakan Ferran Torrres di menit ke-106 atau perpanjangan waktu.
Ferran Torres menjadi bintang di laga ini setelah memanfaatkan tandukan Nico Williams yang diberikan kepadanya. Ferran Torres melepaskan tembakan dengan kaki kirinya ke gawang kosong karena Dibu Martinez telah berada di sisi kanan mencoba meredam aksi Nico Williams.
Ini merupakan gelar Piala Dunia kedua Spanyol setelah yang pertama mereka raih pada 16 tahun silam atau di Piala Dunia 2010 yang bergulir di Afrika Selatan. Pencapaian ini juga spesial karena melanjutkan sukses meraih gelar Piala Eropa 2024. Dengan demikian, Spanyol asuhan Luis de la Fuente telah meraih dua gelar utama di sepak bola internasional.
Di lima menit awal laga berjalan, Spanyol mendapatkan peluang dari bintang mereka, Lamine Yamal. Ciri khas permainan bola-bola pendek mereka mampu memberikan tekanan ke pertahanan Argentina.
Momen itu terjadi saat Dani Olmo memantulkan bola ke arah ruang kosong di jantung pertahanan saat dirinya mendapatkan penjagaan pemain belakang Argentina. Lamine Yamal kemudian mengejar bola tersebut dan melepaskan tembakan, namun bola tersebut mamopu diamankan kiper Emiliano Martinez.
Itu menjadi “peringatan” bagi Argentina di awal-awal babak pertama. Pada saat itu pula, saat Argentina melakukan serangan balik, kiper Unai Simon mampu membaca bahaya. Dia maju dan memotong bola serangan Argentina.
Spanyol menjadi tim yang berhasil melakukan banyak tekanan hingga menit ke-20. Pergerakan Marc Cucurella dari bek kiri yang naik melakukan tekanan, memberikan tekanan yang cukup membuat pertahanan Argentina dalam tekanan.
Pertarungan Lamine Yamal dengan bek kiri Nicolas Tagliafico beberapa kali terjadi. Nicola Tagliafico menjatuhkan Lamine Yamal. Di menit ke-30, bola kembali masuk ke pertahanan Argentina namun belum memberikan ancaman serius bagi Argentina.
Menit ke-34, Spanyol memberikan tekanan lagi dengan mengepung pertahanan Argentina. Menit ke-36, Marc Cucurella, memperlihatkan aksi individunya dengan melakukan sentuhan tumit ke belakang mencoba melewati Nahuel Molina namun aksi tersebut terbaca oleh bek kanan Argentina tersebut.
Pada menit ke-38, permainan satu dua Spanyol berhasil menciptakan peluang. Dani Olmo, Marc Cucurella, dan Alex Baena, berhasil memberikan bola kepada Mikel Oyarzabal. Penyerang Spanyol ini kemudian melepaskan tembakan keras tapi mendatar dan bisa diamankan kiper Argentina, Dibu Martinez.
Marc Cucurella dari sisi kiri melepaskan tembakan keras pada menit ke-40 namun bola tembakannya meleset dari gawang. Jelang 45 menit pertama berakhir, laga berjalan cukup panas. Penyerang Spanyol, Mikel Oyarzabal, sempat tanpa sengaja menendang kaki LIonel Messi saat perebutan bola namun wasit menilai bukan pelanggaran.
Di sisi lain, sepanjang 45 menit pertama ini, Lionel Messi jarang mendapatkan bola dari rekannya. Bahkan, dia harus turun ke daerahnya untuk menjemput bola. Strategi pelatih Luis de la Fuente yang memang tidak memberikan pengawalan kepada Lionel Messi namun memainkan penguasaan bola, membuat kapten Argentina tersebut sulit mendapatkan bola.
Di babak kedua, menit ke-46, Spanyol kembali mendapatkan peluang, kali ini bisa berbuah gol. Kesalahan yang dilakukan pemain belakang Argentina membuat Spanyol berhasil merebut dan menguasai bola. Alex Baena, membawa bola tersebut ke tengah, dan melepaskan tembakan, namun bola masih bisa diredam Dibu Martinez.
Spanyol, dengan permainan umpan satu dua berhasil menciptakan peluang terbaik mereka. Berawal dari sisi kanan, mengarah kepada Mikel Oyarzabal yang kemudian bekerja sama dengan Fabian Ruiz, lalu Dani Olmo. Namun, Mikel Oyarzabal, tidak cepat memanfaatkan bola.
Peluang di menit ke-54 itu pun terbuang. Hanya beberapa menit kemudian, peluang kembali terjadi, kali ini Marc Cucurella juga tidak cepat mengambil bola sehingga langsung dibuang oleh Nahuel Molina.
Pada menit ke-63, Dani Olmo melepaskan tembakan keras, bola sempat ditahan Dibu Martinez, sempat memantul tapi beruntung tidak masuk ke gawang. Spanyol terus menekan. Di menit ke-64, umpan silang Lamine Yamal berhasil mengarah ke jantung pertahanan namun peluang tersebut tidak terjadi gol.
Sebuah peluang emas kembali terjadi untuk Spanyol. Lewat aksi individu Lamine Yamal yang berhasil melewati dua bek Argentina, Lamine Yamal melepaskan umpan yang ditanduk dengan keras oleh Ferran Torres, tapi arah bola tandukannya mengarah kepada Dibu Martinez.
Menit ke-86, Mikel Merino memberikan umpan yang cerdik dengan melambungkan bola langsung ke jantung pertahanan Argentina. Ferran Torres yang berada di sana langsung melepaskan dengan tendangan voli, namun bola masih melenceng. Menit ke-88, setelah mendapatkan umpan dari Pau Cubarsi, Rodri berhasil melepaskan tembakan spekulatif dari luar pertahanan Argentina. Namun, bola melambung.
Pelanggaran terjadi yang dilakukan Enzo Fernandez kepada Pau Cubarsi. Pelanggaran keras yang membuat Enzo Fernandez mendapatkan kartu kuning dan langsung dapat kartu merah.
Menit ke-90+6, pelanggaran terjadi di dekat pertahanan Argentina. Tendangan bebas bagi Spanyol. Lamine Yamal, menjadi eksekutor. Dengan kaki kirinya melepaskan tembakan, mengarah ke sisi kiri dalam gawang Dibu Martinez. Namun, kiper ini mampu meredam bola tersebut, menepis dengan kedua tangannya.
Hingga 90 menit waktu normal berakhir, kedudukan tetap 0-0. Spanyol mendapatkan banyak peluang tapi mereka gagal membuatnya menjadi gol. Laga dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.
Menit ke-93, Koper klub Aston Villa ini kembali memperlihatkan kemampuan terbaiknya dengan menepis tandukan Nico Williams setelah mendapatkan umpan Pedri. Pada menit ke-98, terjadi kemelut di pertahanan Argentina.
