GD.ID, Jakarta-Camat Cilincing Daniel Azka Alfatobi didampingi Lurah Semper Barat Riswinanto, LMK, Ketua RW 08 Karniadi Primantoro, perwakilan RT melaksanakan kunjungan ke lokasi ketahanan pangan berbasis masyarakat sekaligus lokasi pemilahan sampah yang berada di RW 08 Kelurahan Semper Barat.
“Pertama, ini sebenarnya tindak lanjut dari arahan Pak Gubernur, jadi arahan beliau terkait pengolahan sampah harus zero waste dan disini mau di kelola, jadi sampah di RW 08 tidak ada yang keluar jadi habis di sini. Dari mulai awal sampai akhir benar-benar di kelola ini dari sisi sampah.
Yang kedua, ini juga tindak lanjut dari arahan Pak Gubernur terkait dengan ketahanan pangan. Jadi, nantinya di RW 08 akan dibangun sentra-sentra ketahanan pangan mungkin dari tanam jagung, peternakan dan sebagainya.Jadi, ini mudah-mudahan jadi rolmodel buat Kota Jakarta RW yang berdikari,”terangnya.
Ketua RW 08, Karniadi Primantoro mengatakan, dilokasi ini nantinya ada pemilihan sampah, produksi pelet, kompos, bank sampah, ketahanan pangan, peternakan, budidaya ikan, taman kecil dan tempat hiburan buat anak-anak kecil.
“Jadi, insya allah kalau sudah oke, para peserta didik dari tingkat SD, SMP, SMA kita undang ke sini sebagai tempat edukasi. Jadi lokasi ini untuk kebutuhan masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi. Kami berharap nantinya kelurahan lain juga bisa mencontoh hal ini meski memiliki lokasi yang kecil,”katanya.
Lurah Semper Barat, Riswinanto mengatakan, ini merupakan suatu gagasan dari para pengurus RT, RW maupun LMK dimana dilahan yang kosong ini bisa dimanfaatkan untuk ketahanan pangan dan pilah sampah.
“Saat ini sedang di gencarkan pilah sampah.Sampah organik ini kita manfaatkan semaksimal mungkin dilokasi ini, salah satunya pemanfaatan sampah organik yang sudah menjadi bubur bisa dibuat sebagai pakan ternak dan pemupukan.
Untuk ketahanan pangan juga ada dan yang mengelola adalah para pengurus RT,RW, LMK.
“Disini diminta semua RTnya bertanggung jawab terhadap kegiatan ketahanan pangan. Kami sangat mendukung penuh,”katanya.
Ditambahkan, LMK RW 08 Semper Barat, Endang suherman menuturkan, progam ketahanan pangan berbasis masyarakat ini merupakan bentuk kolaborasi yang memerlukan dukungan semua pihak.
“Dengan kolaborasi masyarakat dan pemerintah ini lahan yang ada ini dapat dimanfaatkan secara produktif sekaligus sebagai tempat pemberdayaan masyarakat,”terangnya.
(amin)
