Daerah  

Musrenbang Kali Baru Disorot: Usulan Warga Menumpuk, Realisasi Masih Tertunda

GD. ID, JAKARTA— Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Kali Baru kembali menjadi sorotan.

Sejumlah warga mengeluhkan usulan yang berulang kali diajukan namun belum juga terealisasi, bahkan ada wilayah yang mengaku belum pernah merasakan hasil Musrenbang selama bertahun-tahun.

Sekretaris Kelurahan Kali Baru, Parman, mengakui bahwa tidak semua usulan warga dapat langsung diwujudkan. Menurutnya, Musrenbang merupakan agenda tahunan yang bertujuan menyerap aspirasi warga, meskipun kewenangan kebijakan bukan berada di tingkat kelurahan.

“Semua usulan warga harus diserap karena pada dasarnya itu bermanfaat. Memang ada usulan yang belum terealisasi karena belum menjadi prioritas. Itu yang akan kita evaluasi agar bisa dimasukkan kembali,” ujar Parman.

Ia menegaskan, peran kelurahan adalah sebagai fasilitator agar aspirasi warga tetap tersampaikan ke pihak teknis terkait.

Namun di lapangan, kondisi berbeda dirasakan warga. Yanto (Haryanto), Ketua RW 14 Kelurahan Kali Baru, menyebut bahwa selama bertahun-tahun usulan Musrenbang di wilayahnya tidak pernah terealisasi.
“Saya baru menjabat satu tahun, tapi sebelum saya, senior-senior saya sudah tiga periode. Alhamdulillah, Musrenbang di RW 14 belum pernah terealisasi,” ungkap Yanto.

Yanto berharap pada tahun 2026, kerja sama antara pengurus RW dan kelurahan bisa membuahkan hasil nyata. Beberapa usulan krusial yang disampaikan antara lain peninggian jalan, perbaikan saluran air, serta pemasangan lampu penerangan yang sudah disurvei.

Ia juga menyoroti persoalan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan, khususnya di RT 1 Gang 3 Timur dan RT 8 sisi barat. Meski belum menimbulkan korban jiwa, warga kerap kesulitan akibat jalan dan selokan yang belum diperbaiki meski sudah diajukan hingga tiga kali.

“Kalau hujan pasti banjir. Memang belum ada korban jatuh, tapi kondisi ini jelas membahayakan,” tegas Yanto,

Ketua RW 14 periode 2025–2030.
Musrenbang kembali dipertanyakan: sekadar rutinitas tahunan, atau benar-benar menjadi jalan perubahan bagi warga? (ANW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *