Site icon GENTADEMOKRASI

Pemkot Jakpus Pastikan Kebutuhan Penyintas Kebakaran Batu Ceper Terpenuhi

GD.ID, Jakarta-Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) melalui perangkat daerah bersama sejumlah lembaga memberikan pelayanan kepada penyintas kebakaran di Jalan Batu Ceper IX, Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/09/2026).

Pelayanan berupa pendirian tenda pengungsian, penyediaan pangan, pemeriksaan kesehatan, hingga pengurusan dokumen kependudukan dilakukan secara terpadu untuk memastikan kebutuhan dasar ratusan penyintas kebakaran terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Lurah Kebon Kelapa, Muhammad Bellie Oktatarian menjelaskan, sejak kemarin sore empat posko pengungsian sudah didirikan dan 880 boks makanan siap saji telah didistribusikan kepada penyintas kebakaran.

Diungkapkan Bellie, Sudin Sosial Jakarta Pusat sudah mendirikan empat posko pengungsian untuk merampung ratusan jiwa penyintas yang kehilangan tempat tinggal.

Selain itu, petugas Sudin Dukcapil dan Pendidikan dan tim medis Puskesmas Kecamatan disiagakan untuk membantu penyintas kebakaran dari empat RT.

“Posko pelayanan terpadu sudah aktif untuk membantu warga mengurus berbagai dokumen kependudukan maupun ijazah yang turut terbakar, termasuk layanan pemeriksaan kesehatan,” ujar Bellie.

Ia mengungkapkan, bantuan dari warga dari RW sekitar lokasi juga mulai berdatangan untuk membantu meringankan beban penyintas kebakaran

“Alhamdulillah, warga RT dan RW di sekitar juga berpartisipasi mengirimkan bantuan seperti pakaian dan kebutuhan dasar bagi penyintas kebakaran,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, masa tanggap darurat penanganan kebakaran berlangsung selama tiga hari ke depan. Namun, masih dapat diperpanjang hingga beberapa hari ke depan dengan melihat situasi sudah aman.

“Petugas hingga saat ini masih melakukan pendataan, untuk memastikan jumlah penyintas mengingat sebagian rumah yang terbakar dijadikan sebagai rumah kos,” tambahnya.

Sekadar diketahui, musibah kebakaran menghanguskan 114 rumah di Jalan Batu Ceper 9, Senin (31/8) sore. Sebanyak 880 warga atau 310 KK dari empat RT yakni 04, 05 07 dan 09 kehilangan tempat tinggal.

Exit mobile version