GD.ID, Jakarta-Volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-10 s.d H-4 libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026 atau pada periode Rabu-Selasa (11-17 Maret 2026) mencapai 1.213.388 kendaraan.
Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak).
Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 20,9% jika dibandingkan dengan lalin normal (1.003.695 kendaraan).
“1,2 juta kendaraan yang telah meninggalkan wilayah Jabotabek tersebut merupakan 34,4% dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan lalin keluar Jakarta selama periode 11–31 Maret 2026,” ujar Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono.
Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 612.956 kendaraan (50,5%) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung).
353.032 kendaraan (29,1%) menuju arah Barat (Merak), dan 247.400 kendaraan (20,4%) menuju arah Selatan (Puncak).
Adapun rincian distribusi lalin sebagai berikut:
ARAH TIMUR (TRANS JAWA & BANDUNG)
- Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 387.451 kendaraan, meningkat sebesar 95,6% dari lalin normal.
- Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 225.505 kendaraan, meningkat sebesar 2,3% dari lalin normal.
ARAH BARAT (MERAK)
Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 353.032 kendaraan, meningkat 4,7% dari lalin normal.
ARAH SELATAN (PUNCAK)
Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 247.400 kendaraan, lebih rendah 0,3% dari lalin normal.
Total lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 612.956 kendaraan, meningkat sebesar 46,5% dari lalin normal.
Rivan menjelaskan bahwa pada H-4 libur Hari Raya Idulfitri 1447H/Lebaran 2026 (Selasa, 17 Maret 2026) volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol utama tercatat mencapai 221.978 kendaraan atau meningkat 68,1% dibandingkan lalin normal sebanyak 132.066 kendaraan.
Seiring tren kenaikan tersebut, Kepolisian Republik Indonesia mulai menerapkan rekayasa lalu lintas sejak tanggal yang sama.
Kepolisian menyiapkan pemberlakuan sistem satu arah (one way) untuk arus mudik mulai KM 70 ruas Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 421 ruas Tol Semarang–Solo.
Kebijakan ini direncanakan berlaku sejak 17 Maret 2026 pukul 12.00 waktu setempat hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 waktu setempat.
“Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi hari ini pada Rabu, 18 Maret 2026, sehingga pengguna jalan perlu mengantisipasi lonjakan volume kendaraan dengan perencanaan perjalanan yang matang,” tutup Rivan.
Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan memanfaatkan informasi lalu lintas secara real time melalui aplikasi Travoy serta siaran Radio Travoy FM, sehingga perjalanan dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman.
Informasi lalu lintas terkini dan permintaan bantuan selama berkendara di jalan tol juga bisa didapatkan melalui Call Center Jasa Marga di nomor 133, akun X @PTJASAMARGA, Radio Travoy FM di Sonora 92.0 FM Jakarta dan jaringannya serta di media sosial resmi Jasa Marga Group
