GD.ID, Jakarta-Sebanyak 346 peserta dari lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu mengikuti Ajang Kreativitas Pemuda Jakarta (AKPJ) Tahun 2026, di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, pada 7-9 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas, bakat, serta inovasi di bidang seni, budaya, dan industri kreatif.
Pada AKPJ 2026 dilombakan delapan kategori, yakni vokal solo, desain fesyen, desain grafis, monolog, band, tari kreasi Betawi, modern dance, serta costume play atau cosplay.
Seluruh peserta merupakan pemenang hasil seleksi berjenjang di tingkat kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu yang selanjutnya berkompetisi di tingkat Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, penyelenggaraan AKPJ bertujuan menjadi wadah pengembangan potensi, bakat, kreativitas, dan inovasi pemuda Jakarta.
Selain itu, kegiatan juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan peran aktif pemuda dalam pembangunan daerah melalui seni, budaya, dan industri kreatif, sekaligus memberikan ruang apresiasi agar mereka mampu menghasilkan karya yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Kami juga ingin mempersiapkan generasi muda Jakarta yang kreatif, adaptif, inovatif, dan berdaya saing menuju Jakarta sebagai Kota Global,” ungkapnya.
Sementara itu, Ali Maulana Hakim mengatakan, penyelenggaraan AKPJ sejalan dengan upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tetap berbudaya dan inklusif.
Menurutnya, kemajuan Jakarta tidak hanya ditentukan oleh ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya, terutama generasi muda.
Ia menyampaikan, Jakarta sedang bergerak berproses menjadi kota global yang mendunia. Maka itu, orientasi maupun pembandingnya bukan lagi lokal, tetapi kota-kota maju di dunia.
“Kota Jakarta adalah kota global yang berbudaya dan inklusif. Artinya berbudaya, budaya kita jangan sampai hilang, identitas kita jangan sampai hilang. Tapi identitas kita, budaya kita harus go international. Dan juga harus inklusif, berarti semuanya terlibat,” ujarnya, Sabtu (8/8).
Ali menilai, pemuda Jakarta harus mulai memiliki orientasi global dalam mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan AKPJ sebagai ruang yang memberikan kesempatan luas bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, semangat, dan inovasi di bidang seni, budaya, maupun industri kreatif.
“Pembangunan dalam kota global ini jangan sampai para pemuda tidak terlibat, tetapi diharapkan para pemuda dan pemudi adalah menjadi garda terdepan untuk kota kita menjadi kota global,” jelasnya.
Ali juga berharap, AKPJ tidak hanya menjadi ajang kompetisi atau persaingan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antarpeserta.
“Cari jejaring seluas-luasnya, perbanyak teman. Jadi saingan ini bukan musuh, bukan lawan, tapi adalah sesama rekan dalam kita berkompetisi untuk sama-sama berprestasi,” ucapnya.
(amin)












