GD.ID, Jakarta-PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama sejumlah stakeholder menggelar Apel Terpadu Jasa Marga Siaga Operasional Lebaran 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (10/03/2026).
Kegiatan ini menandai kesiapan pengelola jalan tol dalam menghadapi arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H agar perjalanan masyarakat tetap aman, nyaman, dan lancar.
Apel siaga dipimpin oleh Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho dan dihadiri berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan, BPJT Kementerian PU, Jasa Raharja, serta jajaran manajemen Jasa Marga.
Acara ditandai dengan penekanan sirine sebagai simbol dimulainya Jasa Marga Siaga Operasional Lebaran 2026.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyebutkan perusahaan menyiapkan sekitar 8.000 personel dan 516 kendaraan operasional untuk mendukung pengamanan lalu lintas selama periode Lebaran.
Selain itu, empat ruas tol fungsional juga dipastikan siap beroperasi guna membantu mengurai kepadatan kendaraan.
“Mohon dukungan kepada semua pihak agar pelaksanaan operasional libur Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar,” ujar Rivan.
Selama masa mudik, Jasa Marga memproyeksikan sekitar 3,5 juta kendaraan keluar dari Jakarta melalui empat gerbang tol utama.
Untuk mendukung pengelolaan arus lalu lintas, perusahaan memanfaatkan teknologi Jasa Marga Integrated Digital (JID) yang memiliki tingkat akurasi hingga 97 persen dalam memantau kondisi jalan secara real time.
Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho mengatakan bahwa ada lima klaster yang harus menjadi perhatian selama angkutan lebaran (operasi ketupat) yaitu jalan tol, jalan arteri, tempat penyeberangan pelabuhan, tempat-tempat ibadah, dan tempat-tempat wisata.
“Oleh sebab itu untuk jalan tol menjadi prioritas, dan pagi ini dilaksanakan apel Jasa Marga Siaga. Saya mewakili Kapolri menyampaikan apresiasi dan terima kasih pelaksanaan Apel Terpadu Jasa Marga Siaga, kami yakin kata kunci dari keberhasilan operasi ketupat 2026 adalah kolaborasi, sinergitas, dan tentunya kebersamaan di lapangan,” jelasnya.
Dirjen Hubdat Kemenhub Aan Suhanan juga mengapresiasi kesiapan Jasa Marga dan seluruh stakeholder yang hadir dalam rangkaian pengelolaan operasional Lebaran 2026.
“Saya sangat senang dan menyampaikan apresiasi kepada Jasa Marga. Saya melihat kesiapan Jasa Marga dan seluruh stakeholder sungguh sangat luar biasa. Ini menunjukkan kesiapsiagaan dari sumber daya yang dimiliki Jasa Marga dan seluruh stakeholder yang ada dalam operasi angkutan lebaran 2026,” kata Aan.
Senada dengan Agus, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menilai bahwa jalan tol memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung mobilitas nasional selama periode lebaran.
Keberadaannya tidak sekadar sebagai sarana transportasi melainkan menjadi bagian dari pelayanan publik kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi berbagai langkah yang disiapkan Jasa Marga Group salah satunya apel siaga ini. Kemudian kami juga ingin menekankan pentingnya pemanfaatan sistem pemantauan layanan pengaduan masyarakat, seperti aplikasi travoy yang dimiliki Jasa Marga.
“Mari kita bersama-sama memastikan bahwa perjalanan masyarakat selama Hari Raya Idulfitri ini dapat berlangsung dengan lancar, aman, selamat, dan nyaman,” ucap Wilan.
Pada kesempatan yang sama, Jasa Marga juga meluncurkan layanan Call Center 133 sebagai pusat layanan informasi dan pengaduan bagi pengguna jalan tol yang dapat diakses selama 24 jam.
Nomor ini menggantikan yang sebelumnya yaitu 14080, kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi lalu lintas maupun bantuan selama perjalanan.
“Melalui Call Center 133, Jasa Marga berharap komunikasi dengan pengguna jalan menjadi lebih cepat, mudah, dan responsif,” tambah Rivan.
Dalam mendukung kelancaran operasional selama periode Lebaran, Jasa Marga menyiagakan berbagai armada layanan operasional jalan tol, antara lain 176 unit kendaraan derek, 124 unit Mobile Customer Service (MCS), 55 unit ambulans, serta 101 kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR).
Selain itu, kesiapan mobile crane juga ditingkatkan untuk mengantisipasi kejadian khusus yang membutuhkan penanganan cepat di jalan tol.
Untuk mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem, Jasa Marga turut menyiagakan 71 tim siaga serta 209 unit pompa air guna menjaga kelancaran lalu lintas.
Sarana prasarana lalu lintas juga diperkuat melalui penyediaan sekitar 18 ribu rubbercone serta penambahan rambu rekayasa lalu lintas untuk mendukung penerapan manajemen lalu lintas selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
Selain kesiapan armada dan personel, Jasa Marga juga meningkatkan layanan bagi pengguna jalan dengan menyiapkan 43 posko kesehatan di berbagai titik rest area.
Untuk mendukung kelancaran transaksi di gerbang tol, Jasa Marga juga menyiagakan 470 personel on call serta 736 unit mobile reader sebagai alat bantu transaksi guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama periode Lebaran.
Acara apel terpadu kemudian ditutup dengan parade kendaraan operasional yang menampilkan berbagai armada layanan jalan tol, mulai dari kendaraan patroli jalan raya, derek, ambulans, hingga kendaraan layanan operasional lainnya yang akan bertugas selama periode Lebaran
