Juharto Harianja Terpilih Secara Demokratis, Pleno Diperluas Tegaskan Gerakan Rakyat Jakarta Utara Bukan Organisasi Main-main

GD. ID, JAKARTA— Rapat Pleno Diperluas DPD Gerakan Rakyat Jakarta Utara yang digelar pada 1 Februari 2026 di Jackbistro Sunter bukan sekadar forum konsolidasi internal.

Agenda ini menjelma menjadi panggung penegasan garis perjuangan politik, sekaligus membantah anggapan bahwa Gerakan Rakyat hanya sibuk mengurus struktur tanpa arah kekuasaan.

Dalam pleno yang dihadiri unsur DPP Gerakan Rakyat serta seluruh pengurus DPC se-Jakarta Utara itu, Juharto Harianja, S.H. TERPILIH secara demokratis sebagai Ketua Tim Formatur Partai Gerakan Rakyat DPD Jakarta Utara, melalui mekanisme musyawarah dan kesepakatan kolektif peserta pleno.

Bukan ditunjuk. Bukan ditetapkan sepihak. Dipilih oleh forum.

“Ini penting kami luruskan. Saya tidak ditetapkan, saya dipilih oleh peserta pleno. Artinya mandat ini adalah mandat politik, bukan hadiah jabatan,” tegas Juharto Harianja kepada Genta Demokrasi. Di Kawasan Koja, Jakarta Utara, (4/2/2025).

Menurut Juharto, keputusan pleno tersebut menjadi bukti bahwa Gerakan Rakyat Jakarta Utara masih memegang teguh prinsip demokrasi internal, di saat banyak organisasi politik justru menjauh dari proses partisipatif dan lebih mengandalkan penunjukan elite.

“Gerakan Rakyat Jakarta Utara tidak sedang membangun simbol. Kami sedang membangun kekuatan politik rakyat yang lahir dari bawah, dari forum, dari kesepakatan bersama,” lanjutnya.

Kehadiran penuh unsur pimpinan DPP serta solidnya jajaran DPC kecamatan se-Jakarta Utara memperlihatkan satu pesan tegas: barisan ini rapat, arah ini jelas, dan target ini serius.

Pleno diperluas menjadi titik tolak bahwa Gerakan Rakyat Jakarta Utara tidak lagi berada pada fase uji coba organisasi, melainkan telah memasuki tahap penyiapan mesin politik.

“Kalau masih ada yang menganggap Gerakan Rakyat hanya organisasi sosial biasa, berarti mereka belum membaca situasi. Dari Jakarta Utara, kami sampaikan pesan jelas: kami siap bergerak, siap bertarung gagasan, dan siap masuk gelanggang politik secara terbuka dan bermartabat,” tutup Juharto.

Dari forum pleno ini, satu garis tebal ditarik:

Gerakan Rakyat Jakarta Utara tidak sedang berkonsolidasi untuk bertahan — tapi untuk maju dan merebut ruang perjuangan politik rakyat. (ANW)

Exit mobile version