GD. ID, JAKARTA– Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat, Neneng Hasanah, melakukan Reses (Serap Aspirasi) ke RW 10, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Kunjungan tersebut merespons aspirasi warga terkait perbaikan saluran air (SDA) dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dinilai belum terealisasi meski telah diusulkan berulang kali melalui musrenbang.
Dalam keterangannya, Neneng Hasanah menegaskan bahwa sejumlah usulan sebenarnya sudah melalui proses survei dan pencatatan. Namun hingga kini belum sepenuhnya direalisasikan.
“Perbaikan saluran yang sudah lama, sudah disurvei dan dicatat, insya Allah tahun ini kita dorong untuk direalisasikan. Kita akan koordinasi dengan Kasudin SDA Jakarta Utara agar ini segera ditindaklanjuti. Untuk PJU memang hanya dua titik yang diajukan, tapi ini juga penting untuk segera direalisasikan demi kepentingan masyarakat,” ujar Neneng. Saat dikonfirmasi genta demokrasi. id, Kawasan Lagoa, Koja, Jakarta Utara, Minggu siang (15/2/2026).
LMK: Musrenbang Jangan Sekadar Diakomodir di Atas Kertas
Ketua LMK Lagoa, Ali, menilai kehadiran Komisi D menjadi momentum penting agar aspirasi warga tidak lagi berhenti di meja administrasi.
Menurutnya, selama ini usulan dalam musrenbang kerap hanya “diakomodir” tanpa realisasi nyata di lapangan.
“Permintaan dari anggota LMK RW 10 jelas, ada usulan musrenbang yang selalu tidak direalisasikan. Kalau tidak didatangi anggota dewan, kadang tidak ada ruang atau pintu terbuka bagi warga untuk menikmati hasil pembangunan,” tegas Ali.
Ia menyebut persoalan paling krusial di RW 10 adalah masalah Sumber Daya Air (SDA), khususnya saluran dan kondisi got yang memicu genangan parah saat hujan.
“Kalau genangan cuma semata kaki mungkin bisa dibilang genangan. Tapi ini selutut. Kalau sudah selutut, itu bukan genangan lagi, itu banjir,” katanya.
Ali juga menyoroti RT 6 dan RT 7 di Gang 3 yang menjadi titik prioritas karena kondisi saluran yang buruk dan membahayakan warga.
RW 10: Anak-anak Sering Tercebur, Banjir Masih Terjadi
Ketua RW 10 Lagoa, Sucipto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Neneng Hasanah yang dinilai membawa harapan baru bagi warga.
“Alhamdulillah atas kunjungan dan silaturahmi Ibu Haji Neneng ke wilayah RW 010. Apa yang diminta warga insya Allah akan dibawa ke tingkat dewan,” ujarnya.
Sucipto menjelaskan, dari RT 1 sampai RT 12, warga sepakat memprioritaskan perbaikan saluran di Gang 3, khususnya RT 6 dan RT 7. Selain rawan banjir, kondisi saluran yang terbuka juga membahayakan anak-anak.
“Di sini banyak anak-anak sering kecebur saat naik sepeda atau main. Kalau hujan, masih sering banjir. Kemarin saja kebagian banjir,” jelasnya.
Harapan Warga: Dari Silaturahmi ke Realisasi
Kehadiran Komisi D DPRD DKI Jakarta di RW 10 Lagoa diharapkan tidak berhenti pada kunjungan seremonial. Warga berharap dorongan politik dan koordinasi dengan Sudin SDA Jakarta Utara benar-benar menghasilkan realisasi fisik di lapangan pada tahun anggaran berjalan.
Bagi warga RW 10, perbaikan saluran bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi soal keselamatan anak-anak dan kepastian bebas banjir di lingkungan mereka. (ANW)
