LMK dan Ketua RW Sukapura Bergerak, Desak Tanggung Jawab Pengembang atas Jalan Rusak dan Banjir di Jl. Cendrawasih–Hibrida Terusan

GD. ID, JAKARTA— Persoalan kerusakan jalan dan genangan air yang kerap terjadi setiap kali hujan turun di Jl. Cendrawasih dan Jl. Hibrida Terusan, Kelurahan Sukapura, akhirnya mendapat perhatian serius dari unsur masyarakat dan pemerintah kelurahan.

Kondisi jalan yang berlubang, rusak parah, dan tergenang air dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Permasalahan ini diduga kuat sebagai dampak langsung dari aktivitas pengerukan lahan oleh pihak pengembang di sekitar wilayah tersebut yang tidak diimbangi dengan pembangunan sistem drainase yang memadai.

Akibatnya, air hujan tidak memiliki jalur pembuangan, mempercepat kerusakan badan jalan dan memperparah genangan.

Melihat kondisi tersebut, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Sukapura yang dikomandoi oleh Ketua LMK Fahrul Rozi, bersama para Ketua RW se-Kelurahan Sukapura, dengan dukungan penuh dari tokoh-tokoh masyarakat, berinisiatif mengambil langkah tegas melalui aksi damai sebagai bentuk tuntutan tanggung jawab kepada pihak pengembang.

Aksi tersebut dilaksanakan secara tertib dan mengedepankan dialog, serta didampingi langsung oleh Plt Lurah Sukapura, Ahmad Fitroh, sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam mengawal aspirasi warga.

Dalam pertemuan tersebut, LMK dan para Ketua RW secara tegas menyampaikan keluhan masyarakat yang selama ini dirasakan, terutama saat musim hujan, di mana jalan menjadi sulit dilalui dan rawan kecelakaan.

Setelah melalui komunikasi yang intens dan searah, akhirnya dicapai kesepakatan bersama. Pihak pengembang menyatakan kesediaan dan berkomitmen untuk:
Membangun saluran drainase di titik-titik yang selama ini menjadi sumber genangan air.

Melakukan perbaikan jalan yang mengalami kerusakan akibat aktivitas pengerukan.

Ketua LMK Sukapura, Fahrul Rozi, menegaskan bahwa aksi damai ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial masyarakat terhadap lingkungannya.

“Ini bukan untuk mencari konflik, tetapi untuk memastikan hak warga atas lingkungan yang aman dan layak. Kami akan mengawal janji pengembang agar benar-benar direalisasikan,” tegasnya. Melalui pesan tertulisnya (3/2/2026).

Sementara itu, Plt Lurah Sukapura Ahmad Fitroh menyampaikan apresiasi atas sinergi antara LMK, RW, tokoh masyarakat, dan warga.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kelurahan akan terus melakukan pengawasan agar kesepakatan yang telah dibuat tidak berhenti sebatas komitmen di atas kertas.

Warga Sukapura pun berharap, realisasi pembangunan drainase dan perbaikan jalan dapat segera dilakukan dalam waktu dekat.

Dengan demikian, persoalan banjir lokal dan kerusakan jalan yang selama ini menghantui setiap musim hujan dapat teratasi, serta kualitas lingkungan dan keselamatan masyarakat dapat kembali terjaga. (ANW)

Exit mobile version