Daerah  

Masyarakat Ikut dalam Penanaman Bersama Bupati Kendal di Watu Sumong

GD.ID, Kendal-Sebanyak 121 masyarakat turut berpartisipasi dalam kegiatan Kunjungan dan Penanaman oleh Bupati Kendal yang dilaksanakan oleh PPK ORMAWA BEM FMIPA UNNES di Watu Sumong pada 25 Agustus 2026. Kegiatan ini menyasar kawasan yang terdampak bencana longsor dan menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian terhadap pemulihan lingkungan.

Tidak hanya masyarakat, kegiatan juga melibatkan unsur mahasiswa dan pemerintahan desa. Secara keseluruhan terdapat 139 peserta, terdiri atas 11 perwakilan ormawa, 15 tim pelaksana ormawa, kepala desa, kepala dusun, dan 121 masyarakat.

Jumlah masyarakat yang mencapai 121 orang menjadi gambaran besarnya partisipasi warga dalam kegiatan. Secara kuantitatif, masyarakat mencakup sekitar 87,1% dari total keterlibatan. Sementara itu, 26 mahasiswa berperan sebagai unsur pelaksana sekaligus representasi organisasi mahasiswa dalam program tersebut.

Kehadiran Bupati Kendal menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di kawasan Watu Sumong. Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah terdampak longsor. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat.

Ketua BEM FMIPA UNNES, Ronaldo Situmorang, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya hadir untuk belajar di dalam ruang akademik, tetapi juga harus mampu hadir dan memberikan kontribusi nyata di tengah persoalan masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk bagaimana mahasiswa dapat bergerak bersama masyarakat dalam menjaga lingkungan,”ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana, menegaskan bahwa kegiatan memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar melakukan penanaman.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang penanaman, tetapi tentang bagaimana mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dapat bergerak bersama dalam memulihkan lingkungan serta membangun kesadaran mengenai mitigasi bencana,”ungkapnya.

Keterlibatan masyarakat dalam jumlah besar menjadi salah satu indikator bahwa program PPK ORMAWA BEM FMIPA UNNES dibangun dengan pendekatan partisipatif. Masyarakat ditempatkan sebagai bagian dari proses, sementara mahasiswa berperan dalam menginisiasi dan mengorganisasi kegiatan bersama unsur pemerintahan setempat.

Dengan melibatkan 139 peserta dari unsur mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, kegiatan di Watu Sumong diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong dalam pemulihan lingkungan. Penanaman yang dilakukan juga diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk menjaga kawasan dari risiko kerusakan lingkungan dan bencana di masa mendatang.

Editor : Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *