Menjemput Rindu yang Tertunda: IKM DKI Jakarta Pulangkan Perantau Pasca Lebaran

GD. ID, JAKARTA– Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (IKM) DKI Jakarta kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap para perantau melalui program mudik pasca Lebaran yang digagas sejak 2023 oleh Andre Rosiadi.

Ketua IKM DKI Jakarta, Muhammad Yunaldi Sutan Pangeran, menyampaikan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif Ketua Umum IKM yang bertujuan membantu perantau, khususnya yang mengalami keterbatasan ekonomi.

“Kami di DPW hanya melanjutkan program yang sudah digagas sejak 2023. Harapannya, orang Minang di perantauan bisa saling membantu. Yang mampu bisa menyisihkan rezekinya, dan yang kurang mampu bisa kita bantu pulangkan,” ujar pria yang akrab disapa Naldi. Saat di konfirmasi di Markas IKM, Jakarta Utara, (23/3/2026).

Pada pelaksanaan perdana mudik pasca Lebaran ini, IKM DKI Jakarta memberangkatkan sebanyak 20 bus dengan total peserta mencapai sekitar 1.100 hingga hampir 1.200 pemudik. Tujuan keberangkatan tidak hanya terfokus ke Kota Padang, tetapi juga menjangkau berbagai daerah di Sumatera Barat seperti Painan, Bukittinggi, dan Pariaman.

Menurut Naldi, meski konsep mudik dilakukan setelah Lebaran sempat dianggap tidak biasa, antusiasme masyarakat justru sangat tinggi. Ia menegaskan tidak ada penolakan dari pihak manapun, hanya perbedaan kebiasaan saja.

“Selama ini orang mengenal mudik itu sebelum Lebaran. Kita hadir dengan konsep setelah Lebaran, dan ternyata responsnya sangat positif,” tambahnya.

Program ini juga bersifat inklusif. Tidak hanya diperuntukkan bagi warga Minang, tetapi terbuka bagi siapa saja yang memiliki keterkaitan dengan Sumatera Barat.

“Kalau ada masyarakat dari daerah lain yang sudah lama tinggal di Sumatera Barat, tentu kita akomodir. Kita tidak melihat etnis, yang penting ingin pulang kampung,” jelasnya.

Ke depan, IKM DKI Jakarta menargetkan program ini menjadi agenda rutin tahunan, bahkan berpotensi diperluas ke wilayah lain di Pulau Jawa, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Sementara itu, Ketua IKM Jakarta Utara, Dhian Aulia Datuak Rajo Majo Basa, menambahkan bahwa program ini hadir sebagai solusi bagi para perantau yang tidak sempat mudik saat Lebaran karena alasan ekonomi.

“Banyak saudara kita yang justru di momen Lebaran harus tetap bekerja demi mencari penghasilan. Akibatnya mereka tidak bisa berkumpul dengan keluarga. Maka program ini menjadi jawaban atas harapan mereka,” ungkapnya.

Ia menilai, mudik pasca Lebaran menjadi alternatif yang sangat membantu, terutama bagi para perantau yang mengandalkan momentum hari raya untuk meningkatkan pendapatan.

IKM berharap, melalui program ini, solidaritas antar perantau semakin kuat. Selain itu, semangat gotong royong juga terus tumbuh, di mana mereka yang memiliki kelebihan rezeki dapat membantu sesama.

“Ini saatnya kita mempererat silaturahmi. Bagi yang memiliki kelebihan, mari bantu saudara kita. Karena pada dasarnya, kita semua adalah keluarga di perantauan,” tutup Naldi.

Dengan capaian awal 20 bus, IKM DKI Jakarta optimistis ke depan jumlah armada akan terus bertambah, bahkan menargetkan hingga 60 bus guna menjangkau lebih banyak perantau yang membutuhkan. (ANW)

Exit mobile version