Pemkot Jakut-BPS Canangkan Kelurahan Cinta Statistik

GD.ID, Jakarta-Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mencanangkan program Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) di tiga kelurahan di Kecamatan Koja, di laksanakan secara hybrid di Kelurahan Rawa Badak Utara, Senin (28/04/2026).

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat mengatakan, program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi pembangunan berbasis data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, pembangunan tidak lagi dapat mengandalkan asumsi, melainkan harus didukung oleh data yang valid.
“Data yang akurat menjadi dasar utama agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kelurahan sebagai ujung tombak pembangunan perlu memiliki kemampuan dalam memahami dan mengelola statistik. Program ini juga bertujuan meningkatkan literasi statistik, membentuk agen statistik, serta memastikan kebijakan disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan.

” Melalui data yang berkualitas, kita dapat menetapkan program prioritas secara tepat, meminimalkan kesalahan sasaran bantuan sosial, serta meningkatkan efektivitas pembangunan di tingkat lokal,” terangnya.

Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Kadarmanto menambahkan, program ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur kelurahan dalam mengelola data kependudukan, topografi, hingga potensi ekonomi lokal.

“Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global. Saat ini, Jakarta berada di peringkat ke-71 dunia dan ditargetkan masuk 20 besar pada 2045,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Jakarta Utara, Theresia Parwati menekankan pentingnya penguatan data di wilayahnya yang memiliki kompleksitas permasalahan berbeda dibandingkan daerah lain di DKI Jakarta.

“Sebagai tahap awal, tiga kelurahan ditetapkan sebagai proyek percontohan, yakni Kelurahan Rawa Badak Utara, Rawa Badak Selatan, dan Koja,” ucapnya.

Theresia menuturkan, kegiatan ini juga mencakup pembentukan Agen Statistik. Sebanyak 10 orang di setiap kelurahan akan dilatih untuk menjadi penggerak literasi data di masyarakat.

“Statistik bukan lagi milik eksklusif BPS, melainkan milik bersama. Kami berharap para agen statistik dapat mendekatkan pemahaman data kepada masyarakat,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *