PLN Indonesia Power Gelar Tarhid Ramadan 1447 H

GD.ID, Jakarta-Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Yayasan An Nur Insan Pembangkitan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menggelar kegiatan Tarhib Ramadan yang berlangsung khidmat di Masjid An Nur, Kantor Pusat PLN Indonesia Power.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan manajemen PLN Indonesia Power serta insan PLN IP yang bersama-sama memaknai Ramadan sebagai momentum terbaik untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus kepedulian sosial.

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, dalam kegiatan ini dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis yang mencakup sejumlah program sosial.

Bantuan sembako diberikan kepada ibu tunggal sebagai dukungan untuk meringankan kebutuhan pokok keluarga menjelang Ramadan.

Selain itu, santunan bagi yatim dan dhuafa turut disalurkan guna menghadirkan kebahagiaan dan semangat baru dalam menyambut bulan penuh berkah.

Tak hanya itu, melalui Program Berbagi Al-Qur’an, PLN IP juga berupaya memperkuat literasi Al-Qur’an dan memperluas akses pembelajaran agama di tengah masyarakat.

Prosesi simbolis penyerahan bantuan dilakukan oleh perwakilan manajemen dan pegawai kepada para penerima manfaat.

Momen tersebut disambut dengan haru dan rasa syukur, sekaligus menjadi pengingat bahwa keberadaan perusahaan tidak semata berorientasi pada kinerja operasional, tetapi juga membawa misi kemanusiaan.

Kegiatan Tarhib Ramadan semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Reza M. Syarief.

Dalam ceramahnya, ia menguraikan lima makna ibadah Ramadan.

Pertama, sebagai ibadah ghoib yang melatih kejujuran dan integritas karena hanya Allah yang mengetahui kualitasnya.

Kedua, sebagai ibadah pasif yang mengajarkan pengendalian diri melalui menahan hawa nafsu.

Ketiga, sebagai ibadah internal yang mendorong perbaikan dari dalam diri.

Keempat, sebagai ibadah individual yang menekankan tanggung jawab personal atas amal.

Dan kelima, sebagai ibadah transformatif yang harus menghadirkan perubahan nyata dalam sikap dan perilaku.

“Puasa adalah ibadah yang tidak terlihat oleh manusia, tetapi sangat terlihat oleh Allah. Di situlah kita dilatih untuk jujur, berintegritas, dan membenahi diri dari dalam,” ujar Ustadz Reza dalam tausiyahnya.

Ia juga menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum pembentukan karakter.

“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang perubahan.

“Jika setelah Ramadan kita menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih disiplin, maka itulah makna ibadah yang sesungguhnya,” tambahnya.

Melalui kegiatan Tarhib Ramadan ini, PLN Indonesia Power berharap seluruh insan PLN IP dapat menyambut bulan suci dengan kesiapan hati, serta menjadikannya sebagai energi perubahan menuju pribadi yang lebih baik, berintegritas, dan memberi manfaat bagi sesama

Exit mobile version