GD.ID, Jakarta-Warga RW 03 Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara berkomitmen menggencarkan program pemilahan sampah dari sumbernya serta pengelolaan mandiri sampah organik di lingkungan masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang dikirim setiap hari ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Mohamad Marzuki mengatakan, langkah tersebut menjadi salah satu solusi efektif dalam mengurangi beban pengangkutan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dalam mendukung Jaga Jakarta Bersih.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan ke TPST Bantargebang. Masyarakat harus berperan aktif dengan memilah dan mengolah sampah dari sumbernya agar volume sampah yang dibuang dapat terus berkurang, bahkan zero waste,” ujarnya, Jumat (12/06/2026).
Dilanjutkannya, untuk pengelolaan sampah organik, warga didorong memanfaatkan sisa makanan, sayuran, buah-buahan, serta dedaunan melalui berbagai metode ramah lingkungan. Salah satunya adalah budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang mampu mengubah sampah organik menjadi pakan ternak bernilai ekonomis serta menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.
Sesuai yang diamanatkan dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 adalah kebijakan strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mewajibkan seluruh masyarakat, mulai dari tingkat rumah tangga hingga fasilitas umum, untuk memilah dan mengolah sampah secara mandiri sejak dari sumbernya. Gerakan ini dicanangkan sebagai langkah konkret mewujudkan Jakarta menuju kota global yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Jadi selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat dalam menjaga jaga Jakarta Bersih, langkah ini juga mendukung terwujudnya pengelolaan sampah berkelanjutan,”tambahnya.
