Sambang Wilayah Perkuat Sinergi RT–RW–Kelurahan di Semper Barat


GD. ID, JAKARTA – Program Sambang Wilayah yang digelar di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, membawa banyak manfaat bagi masyarakat dan pengurus lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bertujuan memperkuat sinergitas antara pengurus RT, RW, dan pihak kelurahan.

Ketua RW 04 Semper Barat, Djumadi, yang akrab disapa Uje, menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun kebersamaan dan soliditas aparatur lingkungan.

“Tujuan utama kegiatan ini selain silaturahmi adalah meningkatkan sinergitas antara pengurus RT, RW, dan kelurahan. Lurah memberikan pembinaan bukan hanya kepada Ketua RT, tapi juga kepada KSB-nya, agar RT tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujar Uje.(7/1/2026) di RW04, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara.

Menurutnya, selama ini masih ada RT yang bekerja secara individual. Padahal, keberhasilan pelayanan masyarakat sangat bergantung pada kerja kolektif seluruh unsur pengurus.
“Saya tidak ingin RT itu solo karier. Harus ada kebersamaan. Bendahara berfungsi, sekretaris berfungsi, semuanya berjalan bersama dalam melaksanakan tugas,” tegasnya.

Uje juga menyampaikan bahwa kegiatan Sambang Wilayah ini merupakan yang pertama kali dilakukan secara menyeluruh dan terstruktur di wilayah Semper Barat.
“Kalau Sambang Wilayah seperti ini, untuk Semper Barat baru kali ini dilakukan. Memang sebelumnya pernah ada kegiatan serupa, tapi tidak sekomprehensif dan seintens sekarang,” jelasnya.

Selain pembinaan pengurus, kegiatan ini juga menjadi wadah penyerapan aspirasi warga. Sejumlah tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, hingga perwakilan Dewan Kota turut hadir dan menyampaikan berbagai keluhan, khususnya terkait persoalan bantuan sosial (bansos).

“Keluhan yang paling sering muncul itu soal bansos. Warga mempertanyakan kenapa mereka yang merasa lebih membutuhkan justru tidak mendapat bantuan, sementara yang ekonominya lebih mampu malah menerima,” ungkap Uje.

Ia menilai persoalan bansos kerap menjadi beban pengurus RT karena kurangnya pemahaman warga terhadap mekanisme dan kendala pendataan.
“Ke depan, kalau ada kegiatan Sambang Wilayah seperti ini, instansi terkait harus diundang. Supaya mereka bisa menjelaskan langsung ke warga kenapa ada yang tidak menerima bantuan. Kendala teknis kan mereka yang paling paham,” katanya.

Uje menambahkan, kehadiran Dewan Kota dalam kegiatan tersebut juga membawa harapan baru bagi warga.
“Alhamdulillah Dewan Kota hadir, mereka menyampaikan banyak masukan. Kami juga minta agar Dewan Kota lebih responsif terhadap usulan-usulan warga yang sudah lama menjadi PR, supaya bisa benar-benar ditindaklanjuti,” tutupnya.

Dengan adanya Sambang Wilayah ini, diharapkan komunikasi antara pemerintah, pengurus lingkungan, dan masyarakat semakin terbuka, serta mampu memperkuat pelayanan dan penyelesaian persoalan warga di tingkat akar rumput.(ANW)

Exit mobile version