GD. ID, JAKARTA – Program ketahanan pangan berbasis masjid yang digagas oleh DKM Masjid Asy-Syuhada mulai menunjukkan hasil nyata. Warga RW 02 dan sekitarnya kini sudah bisa merasakan langsung manfaat dari Taman Asy-Syuhada, yang menghadirkan berbagai tanaman sayur dan herbal untuk kebutuhan sehari-hari.
Pada Sabtu (29/3/2026) suasana kebersamaan terlihat saat warga bersama majelis taklim melaksanakan panen kangkung perdana. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa program tersebut tidak hanya sekadar wacana, tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ketua DKM Masjid Asy-Syuhada, Letkol Cba Harto Maret Wijaya, Amd., M.Tr. Opsla., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan awal program ini.
“Alhamdulillah, program Taman Asy-Syuhada sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh warga. Panen kangkung kemarin menjadi bukti nyata bahwa upaya ini berjalan dengan baik dan bisa langsung dinikmati masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa proses penanaman kangkung terbilang cepat, yakni sekitar 25 hari hingga siap panen. Hal ini membuat program tersebut berpotensi berkelanjutan dan produktif dalam memenuhi kebutuhan warga.
“Untuk kangkung, prosesnya kurang lebih 25 hari sudah bisa dipanen. Ini tentu sangat membantu karena hasilnya cepat dan bisa langsung dimanfaatkan,” tambahnya.
Tidak berhenti pada kangkung, ke depan Taman Asy-Syuhada akan dikembangkan dengan berbagai jenis tanaman lainnya. Mulai dari sayuran seperti caisim, cabai, dan tomat, hingga tanaman herbal yang bisa digunakan sebagai kebutuhan dapur maupun kesehatan keluarga.
“Nanti akan kita kembangkan lebih banyak lagi jenis tanaman. Ada caisim, cabai, tomat, dan juga tanaman herbal. Harapannya semua ini bisa dimanfaatkan oleh warga untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Menariknya, seluruh hasil dari taman tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Tidak ada persyaratan khusus untuk mendapatkannya, namun pihak DKM memberikan imbauan sederhana yang sarat nilai spiritual.
“Tidak ada syarat khusus. Hanya kami menghimbau kepada warga RW 02 dan sekitarnya untuk lebih sering datang dan meramaikan sholat berjamaah di Masjid Asy-Syuhada,” ungkapnya.
Program Taman Asy-Syuhada ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi ketahanan pangan skala lingkungan, tetapi juga mempererat kebersamaan warga serta meningkatkan kedekatan masyarakat dengan masjid.
Dengan semangat gotong royong dan keberkahan, Masjid Asy-Syuhada kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan dan kesejahteraan umat. (ANW)
