Daerah  

Terasering Hari Ini, Ketangguhan Esok Hari: PPK-ORMAWA BEM FMIPA UNNES Perkuat Konservasi Desa Peron Melalui Sosialisasi Terasering dan Irigasi

GD.ID, Kabupaten Kendal-Komitmen membangun desa yang tangguh terhadap bencana terus diwujudkan oleh Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK-ORMAWA) BEM FMIPA Universitas Negeri Semarang (UNNES). Melalui kegiatan Sosialisasi Pembuatan Terasering dan Irigasi yang dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Desa Peron, Kabupaten Kendal, mahasiswa bersama para pemangku kepentingan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konservasi lahan sebagai langkah nyata mengurangi risiko longsor.

Kegiatan ini dihadiri 367 peserta yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya masyarakat Desa Peron, tim pelaksana PPK-ORMAWA BEM FMIPA UNNES, Kepala Desa beserta perangkat desa, para Kepala Dusun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal, BPBD Kabupaten Kendal, dosen pendamping, Bhabinkamtibmas, PKK, Karang Taruna, serta organisasi masyarakat. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan kuatnya semangat kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dalam sosialisasi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai fungsi terasering dan sistem irigasi sebagai bagian dari pengelolaan kawasan lereng yang berkelanjutan. Selain menjaga produktivitas lahan pertanian, kedua metode tersebut juga berperan penting dalam mengendalikan aliran air, mengurangi erosi, dan meminimalkan potensi terjadinya longsor.

Dosen Pendamping PPK-ORMAWA BEM FMIPA UNNES menyampaikan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa program yang dijalankan memperoleh kepercayaan dan dukungan penuh dari warga.

«”Antusiasme masyarakat sangat besar. Ini menunjukkan bahwa program yang kami laksanakan benar-benar diterima dan didukung oleh masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan meriah. Kami juga melibatkan DLH dan BPBD Kabupaten Kendal karena kolaborasi menjadi kebutuhan utama dalam menyukseskan sosialisasi sekaligus memperkuat upaya konservasi di Desa Peron.”»

Ia menegaskan bahwa keterlibatan berbagai lembaga menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat sehingga program pemberdayaan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat berlanjut menjadi aksi nyata di lapangan.

Perwakilan BPBD Kabupaten Kendal turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang mengangkat isu mitigasi bencana melalui pendekatan konservasi lingkungan.

«”Sosialisasi hari ini berjalan dengan lancar. Kami diminta oleh adik-adik PPK-ORMAWA untuk mendampingi materi mengenai terasering dan irigasi. BPBD Kabupaten Kendal sangat terbuka untuk mendukung pendekatan-pendekatan konservasi sebagai salah satu upaya mitigasi bencana longsor sehingga masyarakat memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik.”»

Melalui kegiatan ini, PPK-ORMAWA BEM FMIPA UNNES tidak hanya menghadirkan ruang edukasi, tetapi juga mempertemukan berbagai elemen untuk menyusun langkah bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat budaya konservasi sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.

Partisipasi 367 peserta menjadi gambaran besarnya kepedulian seluruh elemen terhadap masa depan Desa Peron. Dengan semangat kolaborasi yang terus dibangun, PPK-ORMAWA BEM FMIPA UNNES berharap upaya konservasi melalui pembangunan terasering dan irigasi dapat menjadi fondasi bagi terciptanya desa yang lebih aman, produktif, dan tangguh menghadapi bencana di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *