GD.ID, Jakarta-Ketua Tim Penggerak (TP) PKK DKI Jakarta, Hani Pramono Anung meninjau langsung pemasangan bantuan toren air di RW 08, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Upaya ini merupakan bagian dari kolaborasi TP PKK DKI Jakarta dengan PAM Jaya untuk memperkuat ketahanan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa wilayah Koja masih menghadapi kendala tekanan air yang berada di kisaran 0,3 serta kondisi jaringan pipa yang membutuhkan perbaikan di sejumlah titik.
“Koja ini memang secara tekanan masih rendah dan jaringan pipa di beberapa lokasi juga masih perlu perbaikan,” ujarnya di Jakarta, Senin (20/04/2026).
Sebagai solusi jangka pendek sembari melakukan peningkatan infrastruktur, PAM Jaya menyalurkan toren air kepada masyarakat agar kebutuhan air tetap terpenuhi.
“Kami hadir memberikan toren agar kebutuhan air masyarakat tetap terjaga,” kata Arief.
Hingga saat ini, PAM Jaya telah mendistribusikan sekitar 320 toren di Jakarta Utara. Sementara itu, total distribusi yang mencakup wilayah Jakarta Barat mencapai 620 unit.
Perusahaan juga berencana meningkatkan jumlah bantuan secara signifikan. Dari target awal 2.000 unit, kini dinaikkan menjadi 3.000 toren guna memperluas jangkauan penerima manfaat.
Wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat menjadi prioritas program ini, terutama untuk mengantisipasi potensi musim kemarau serta dampak fenomena El Niño yang dapat memengaruhi pasokan air.
Distribusi toren dijadwalkan berlangsung secara bertahap setiap pekan dan ditargetkan rampung pada Juni 2026.
Arief menegaskan, toren yang dibagikan memiliki kapasitas rata-rata 300 liter dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan air bersih, khususnya bagi pelanggan di wilayah dengan tekanan air rendah.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan toren serta menggunakannya secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Keberadaan toren ini membantu warga menyimpan cadangan air saat penggunaan tinggi atau ketika aliran air mengalami gangguan sementara,” pungkasnya.
Sementara itu, Salah seorang warga RT 16/08, Kelurahan Tugu Utara, Nasrul (55) mengatakan, keberadaan toren air sangat membantu keluarganya dalam menyimpan cadangan air bersih.
“Kami selama ini untuk kebutuhan minum dan memasak harus membeli air isi ulang. Adanya toren ini sangat membantu kami,” ujarnya












