GD. ID, JAKARTA– Permasalahan sampah kembali mencuat di kawasan Jalan Akses Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Tumpukan sampah terlihat menggunung di sejumlah titik sepanjang jalan tersebut, mengganggu kenyamanan pengguna jalan sekaligus menimbulkan bau menyengat yang dikeluhkan warga sekitar.
Pantauan di lokasi menunjukkan sampah rumah tangga bercampur limbah plastik dan sisa material lainnya menumpuk di bahu jalan. Kondisi ini diperparah oleh minimnya pengawasan serta kebiasaan oknum yang membuang sampah sembarangan, terutama pada malam hari.
“Kalau siang baunya menyengat, apalagi kalau habis hujan. Jalan ini kan akses utama ke Marunda, tapi kondisinya seperti tempat pembuangan sampah,” ujar Anto, salah satu warga Cilincing yang setiap hari melintasi jalan tersebut. Di Kawasan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/1/2026).
Selain mengganggu estetika kota, tumpukan sampah juga dikhawatirkan menjadi sumber penyakit. Genangan air di sekitar sampah berpotensi menjadi sarang nyamuk, sementara sisa makanan menarik lalat dan tikus.
Warga menilai kondisi ini membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan pengendara yang sering melintas.
Jalan Akses Marunda sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan kawasan permukiman, industri, serta aktivitas pelabuhan. Namun ironisnya, persoalan kebersihan di jalur strategis ini belum tertangani secara maksimal.
Warga dan aktivis lingkungan mendesak Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, khususnya Suku Dinas Lingkungan Hidup, untuk segera mengambil langkah tegas. Mulai dari pembersihan rutin, penempatan kontainer sampah, hingga penindakan terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal.
“Jangan hanya dibersihkan sesekali. Harus ada solusi permanen dan pengawasan. Kalau dibiarkan, ini bisa jadi bom waktu kesehatan dan mencoreng wajah Jakarta Utara,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah di Jalan Akses Marunda masih terlihat dan belum ada keterangan resmi terkait langkah penanganan lanjutan dari pihak berwenang. (ANW)












