GD.ID,JAKARTA- SMP Al Khairiyah 2 kembali menggelar Wisuda Tahfiz Al-Qur’an angkatan keempat sebagai bentuk apresiasi terhadap para siswa yang telah menyelesaikan target hafalan Al-Qur’an.
Pada wisuda tahun ini, sebanyak 60 siswa dari kelas Tahfiz (TAFIS) mengikuti prosesi wisuda yang dilaksanakan setelah melalui proses ujian hafalan atau tasmi’.
Wakil Kepala Sekolah SMP Al Khairiyah 2, Siti Holiza, M.Pd, menjelaskan bahwa dari total 60 siswa tersebut, 35 siswa telah resmi menyelesaikan hafalan minimal 1 juz, sementara 25 siswa lainnya masih dalam proses menuju target 1 juz.
“Wisuda ini merupakan angkatan keempat. Jumlah seluruh siswa kelas Tahfiz ada 60 orang. Dari jumlah tersebut, 35 siswa sudah memenuhi syarat wisuda karena telah hafal minimal satu juz Al-Qur’an, sementara 25 siswa lainnya masih dalam proses menuju satu juz,” ujar Siti Holiza. Di Kawasan Kawasan Koja, Jakarta Utara (11/3/2026).
Ia merinci, dari 35 siswa yang telah memenuhi syarat wisuda tersebut, 1 siswa berhasil menghafal 3 juz, 4 siswa menghafal 2 juz, dan sisanya menghafal 1 juz.
Menurutnya, pelaksanaan wisuda bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan kepada para siswa yang telah berusaha keras menghafal Al-Qur’an.
“Wisuda ini adalah bentuk apresiasi kepada anak-anak yang sudah berusaha. Pada awal Maret lalu mereka sudah melalui proses tasmi’ atau ujian hafalan, dan Alhamdulillah hafalan mereka benar-benar kuat. Kalau masih banyak lupa tentu tidak akan kami wisuda,” jelasnya.
Selain sebagai bentuk penghargaan, kegiatan ini juga bertujuan memberikan motivasi kepada siswa lain, baik di kelas Tahfiz maupun kelas reguler, agar lebih semangat dalam mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.
“Kami berharap wisuda ini menjadi penyemangat bagi teman-teman mereka yang sedang menuju target satu juz, khususnya juz 30 yang memang menjadi awal hafalan siswa. Bahkan ada siswa yang sebenarnya sudah menuju empat juz, hanya saja juz keempatnya belum sempat ditasmi’ sehingga yang diwisuda baru tiga juz,” tambahnya.
Program Tahfiz di SMP Al Khairiyah 2 memiliki sistem pembelajaran khusus. Para siswa mengikuti kegiatan Tahfiz setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 12.00, yang diisi dengan hafalan Al-Qur’an, pembelajaran tajwid, tahsin, pendalaman ibadah, serta pembelajaran bahasa Arab dasar.
“Di kelas Tahfiz tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga belajar tajwid, tahsin, dan bahasa Arab. Bahkan setiap hari Jumat ada tambahan pelajaran bahasa Arab agar mereka memahami dasar-dasar bahasa yang digunakan dalam Al-Qur’an,” jelas Siti Holiza.
Program Tahfiz sendiri sudah dimulai sejak siswa kelas VII, dan menjadi target sekolah agar setiap siswa minimal memiliki hafalan sebelum lulus.
“Target kami ketika siswa lulus kelas IX minimal sudah memiliki hafalan satu juz. Bahkan dalam program pembinaan Al-Qur’an, siswa juga ditargetkan menuntaskan pembelajaran Iqra hingga lancar membaca Al-Qur’an sebelum naik kelas,” katanya.
Untuk menjaga kualitas program, sekolah juga menerapkan seleksi bagi siswa yang ingin masuk kelas Tahfiz melalui tes membaca Al-Qur’an saat penerimaan peserta didik baru (PPDB).
“Tidak semua siswa bisa langsung masuk kelas Tahfiz. Kami melakukan tes terlebih dahulu. Jika bacaannya belum memenuhi standar, kami arahkan untuk memperbaiki bacaan melalui program tahsin terlebih dahulu,” tuturnya.
Melalui program ini, pihak sekolah berharap hafalan Al-Qur’an tidak hanya menjadi prestasi akademik, tetapi juga mampu membentuk akhlak dan karakter siswa yang lebih baik.
“Kami ingin hafalan Al-Qur’an ini memberi dampak pada akhlak anak-anak. Bukan sekadar mengejar sertifikat atau wisuda, tetapi bagaimana Al-Qur’an benar-benar membentuk karakter mereka. Bahkan kami juga mendorong wali murid untuk ikut mengaji dan memperkuat pendidikan agama di rumah,” pungkasnya. (ANW)
